Dinkes Klaim 12 Kabupaten di Sulsel Aman dari Covid-19 Malah Dipertanyakan

Peta Sebaran Kasus Covid-19 di Sulsel

Ke-12 kabupaten itu diklaim aman dari penyebaran virus COVID-19 yakni Kabupaten Bantaeng, Barru, Bulukumba, Enrekang, Jeneponto, Selayar, Pangkep, Tana Toraja, Toraja Utara, Wajo, Palopo dan Pinrang.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dr Ichsan Mustari mengklaim 12 Kabupaten di Provinsi Sulsel aman dari penularan Virus Corona Virus (Covid-19).

Ke-12 kabupaten itu diklaim aman dari penyebaran virus COVID-19 yakni Kabupaten Bantaeng, Barru, Bulukumba, Enrekang, Jeneponto, Selayar, Pangkep, Tana Toraja, Toraja Utara, Wajo, Palopo dan Pinrang.

Baca juga: Bertambah Lagi! Kasus Positif COVID-19 di Sulsel Jadi 1.586, Sembuh 627 Orang

Klaim tersebut, malah dipertanyakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar.

Humas IDI Makassar dr Wachyudi Muchsin mengatakan, apa yang dikatakan oleh Kepala Dinkes Sulsel dr Ichsan Mustari tersebut harus dibuktikan dengan data-data ilmiah. Bukan hanya sekadar mengklaim saja tanpa ada bukti yang valid.

“Apa yang menjadi dasar dari Kepala Dinas Kesehatan Sulsel mengatakan jika 12 daerah itu aman dari virus corona. Kalau memang betul dan ada datanya, harusnya itu diungkap secara transparan agar semua masyarakat juga tahu,” kata dr Wachyudi Muchsin, Selasa (3/6/2020).

dr Wachyudi Muchsin juga mengatakan, jika pernyataan dr Ichsan bertentangan dengan data yang ada di laman resmi Pemprov Sulsel tentang Covid-19, di web gugus tugas Pemrov https://covid19.sulsel.go.id/.

Baca juga: Inilah Kabupaten/Kota di Indonesia Masuk Zona Hijau Covid-19, Sulsel Hanya Satu

Sebab ia meyakini, penyebaran virus corona masih terus terjadi di Sulawesi Selatan, bahkan terkonfirmasi positif terus bertambah, belum lagi banyaknya dokter dan tenaga medis yang terpapar virus corona di rumah sakit rujukan.

“Sebaiknya data ditransparansikan jangan mau memaksakan ‘New Normal’ di Sulawesi Selatan sementara data tidak mendukung. Sangat mengkhawatirkan bila ada statement pemangku kebijakan selevel kepala dinas kesehatan di tingkat lokal tentang kasus menurun, pandemi landai dan segera berakhir, bila kondisi riil tidak seperti itu,” ujarnya.

Bahkan menurutnya, kemampuan skrining dan sistem pelaporan data masih belum sesuai, maka dikhawatirkan masyarakat merasa sudah “aman” dikondisi yang padahal itu belum “aman”.

Baca juga: Positif COVID-19 Melonjak di Lima Provinsi, Sulsel Naik 31 Menjadi 1.541

Harusnya, kata dia, data yang dirilis provinsi merupakan data berbasis pelayanan bukan berbasis domisili karena semua pasien positif daerah dikirim ke Makassar.

IDI Kota Makassar juga mengingatkan pemerintah untuk mempersiapkan secara matang bila ingin menerapkan kebijakan “new normal life” atau herd immunity. Terlebih, saat ini tren kasus virus corona alias covid-19 di Kota Makassar maupun daerah lain di provinsi Sulsel tidak kunjung mereda.