Di Lutim Mau Terapkan New Normal, Jubir Covid-19 Sebut Sulsel Belum Memenuhi Syarat

Ilustrasi penanganan pasien COVID-19. (int)

Tatanan normal baru akan mulai diberlakukan saat angka reproduksi efektif (Rt) Covid-19 di Sulsel di bawah satu kasus.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Provinsi Sulawesi Selatan menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang belum memenuhi syarat pemberlakuan tatanan normal baru (New Normal). Penyebabnya karena angka kasus Covid-19 masih fluktuatif.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel dr Ichsan Mustari di Makassar, Kamis (04/06/2020). Tatanan normal baru akan mulai diberlakukan saat angka reproduksi efektif (Rt) Covid-19 di Sulsel di bawah satu kasus.

“Kita menunggu Rt ini di angka 0 selama 12 hari, yang penting kita mendorong masyarakat disiplin melakukan protokol kesehatan,” ujarnya.

Baca juga: Dinkes Klaim 12 Kabupaten di Sulsel Aman dari Covid-19 Malah Dipertanyakan

Ichsan mengatakan normal baru akan dimulai saat nilai efektivitas itu di bawah satu dengan mengoptimalkan penanganan terhadap OTG (Orang Tanpa Gejala) dan ODP (Orang Dalam Pemantauan).

Ichsan yang juga Kepala Dinas Kesehatan Sulsel itu, menjelaskan Rt dan Ro variabel menilai seberapa besar penyebaran Covid-19. Rt dan Ro, katanya, merupakan instrumen epidemiologi untuk menilai penyebaran Covid-19 sebagai tahapan untuk mengambil kebijakan pelonggaran secara bertahap hingga ke arah normal baru.

Baca juga: Tembus 200 Positif Covid-19 Luwu Timur! Setelah Wacana New Normal, Apa Langkah Selanjutnya?

Ia menguraikan Ro nilai persebaran COVID-19 sebelum melakukan intervensi, sedangkan Rt nilai persebaran setelah intervensi seperti di Sulawesi Selatan menginisiasi Program Duta Covid-19 dan tes cepat.

“Kalau ada satu pasien dia tidak menyebarkan, artinya alhamdulillah pasien ini tidak lebih dari dua. Maka penambahan itu tentu juga angkanya mendatar,” ujarnya.

Dia mengatakan jika berharap kasus Covid-19 menjadi nol hal yang tidak mungkin sebelum diperoleh antivirus corona. Namun, ia optimististis upaya mengurangi penyebaran Covid-19 bisa dilakukan tatkala secara disiplin masyarakat terus mengutamakan protokol kesehatan.

Baca juga: Makassar Batal Terapkan New Normal Life, Angka Penularan Masih Tinggi

“Yang lain kita akan liat, termasuk efek dari Lebaran, apakah memengaruhi nilai Rt ini di bawah satu sehingga kita bisa memulai pelonggaran (aturan, Red) secara bertahap,” katanya.

Sementara di Kabupaten Luwu Timur (Lutim) sendiri, Bupati Mohammad Thoriq Husler mulai akan mempersiapkan untuk menerapkan new normal.

Hal itu disampaikan Bupati Luwu Timur, Thorig Husler, dalam rapat evaluasi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPP) Luwu Timur di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur, Kamis (28/5/2020).

Baca juga: Positif Covid-19 di Luwu Timur Terus Bertambah, Sarkawi Ingatkan Pemda Hati-hati Gaungkan New Normal

Menurut Husler, kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden RI, Joko Widodo yang sudah membolehkan masyarakat kembali beraktivitas dengan catatan harus sesuai protokol kesehatan.

Untuk saat ini, Kabupaten Luwu Timur, jumlah kasus positif corona makin bertambah. Sekarang ini jumlah kasus positif terjangkit virus corona sudah mencapai 267 orang.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Luwu Timur Membludak, Total Positif 267 Orang

Berdasarkan situs resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel, Kamis angka positif sebanyak 1721. Dari jumlah itu 985 masih di Rawat di Rumah sakit, 642 sembuh, dan 94 orang meninggal. (*)

Leave a Reply