Jelang Normal Baru, 1.351 Rumah Ibadah di Gowa Disemprot Disenfektan

Penyemprotam disenfektan rumah ibadah (int)

Jumlah rumah ibadah sebanyak 1.351 itu, terdiri dari 1.329 masjid dan 22 gereja.

GOWA, NEWSURBAN.ID — Sebanyak 1.351 rumah ibadah di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, disemprot cairan disenfektan. Penyemprotan ini untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 menjelang penerapan tatanan normal baru.

“Sudah lama rumah-rumah ibadah tidak digunakan dan ditutup sementara waktu. Para jamaah dan jemaat melakukan ibadah di rumah masing-masing. Menjelang new normal ini, semua rumah ibadah akan difungsikan kembali, tetapi sebelum itu kami ingin pastikan semuanya bersih dari kuman dan virus yang mungkin hinggap,” ujar Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gowa Abd Rauf Malaganni, Minggu (07/06/2020).

Baca jugaWakapolres Gowa Ikuti Apel Kesiapan Penyemprotan Desinfektan

Dia mengatakan, data yang diterima dari Pemerintah Kabupaten Gowa, jumlah rumah ibadah sebanyak 1.351 itu, terdiri dari 1.329 masjid dan 22 gereja. Penyemprotan disenfektan itu disambut baik oleh petugas Gereja Katolik Manggarupi. Pastor Junturing yang hadir pada kegiatan penyemprotan menyambut oleh para relawan PMI Gowa tersebut.

Ia berharap aktivitas ibadah di Gereja Katolik Manggarupi kembali berjalan seperti biasa. Selama ini pelakasanaan ibadah hanya dilakukan melalui dalam jaringan (daring) atau live streaming.

“Penyemprotan diharapkan bisa memutus penyebaran COVID-19. Setelah ini kami akan bersurat dan mohon izin untuk melaksanakan ibadah di sini. Kalau pemerintah sudah mengizinkan baru kami laksanakan. Kami ikuti apa arahan pemerintah,” ujarnya.

Baca juga: 198 Angka Kematian Akibat Covid-19 di Sulsel, Kapolres Gowa Minta Warga untuk Jaga Kewaspadaan

Sementara di Masjid Agung Syekh Kabupaten Gowa, sejumlah persiapan penerapan protokol kesehatan juga sudah disiapkan. Misalnya, pemasangan tanda untuk mengatur jarak antarjamaah.

“Kami sudah pasangi lantai masjid dengan stiker untuk mengatur jarak jamaah. Kami atur jarak 120 centimeter,” kata Kepala Bidang Pembinaan Sosial Spiritual Dinsos GowaNajamuddin.

Selain mengatur jarak, beberapa protokol kesehatan juga yang akan diterapkan oleh pengurus Masjid Agung Syekh, seperti jamaah wajib memakai masker, berwudhu atau cuci tangan sebelum masuk ke masjid serta pengukuran suhu tubuh.

“Kami juga meminta jamaah untuk membawa perlengkapan shalat sendiri. Bagi jamaah yang ada gejala sakit atau batuk atau influenza, sebaiknya shalat di rumah saja dan tentunya menaati aturan saf,” katanya.

Abd Rauf Malaganni yang juga Wakil Bupati Gowa meminta semua pengelola tempat ibadah tetap menerapkan protokol kesehatan. Jemaat dan jamaah yang ingin beribadah harus menggunakan masker, jaga jarak, tindak berkontaksatu dengan yang lain, rajin mencuci tangan dan menyiapkan tempat cuci tangan. (*)

Leave a Reply