Masalah Baru Covid-19, Banyak Warga Tolak Rapid Test, Puluhan Orang Datangi Hotel Paksa Keluarganya Dipulangkan

Hotel Remcy Jalan Boulevard Kota Makassar Sulawesi Selatan salah satu hotel yang disiapkan pemerintah untuk karantina pasien positif COVID-19 tak bergejala.

Masalah baru. Selain warga sejumlah tempat memblokade lorongnya dengan spanduk menolak rapid test, puluhan keluarga pasien wisata COVID-19 mendatangi hotel memaksa keluarganya dipulangkan.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Warga di sejumlah tempat di Kota Makassar memblokade jalan ke permukiman mereka dengan spanduk. Isinya menolak rapid test COVID-19 yang massif dikakukan pemerintah.

Tak hanya itu. Pada Senin malam, puluhan warga mendatangi dan hendak menerobos barisan petugas demi memulangkan salah satu pasien positif yang menjalani Wisata Covid-19 dari tempat karantina di Hotel Remcy, Jalan Boulevard, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Mereka yang datang ke hotel tersebut dimotori anak pasien Covid-19 dan sempat bersitegang dengan petugas medis dan anggota TNI dan Polri karena tidak percaya sang ibu positif terinfeksi virus corona.

Baca: Kasus Positif COVID-19 di Sulsel Sudah 2.014, Seluruh Indonesia 32.033

Namun upaya penjemputan paksa gagal. Aparat gabungan dari TNI dan Polri yang berjaga di lokasi berhasil menenangkan warga.

Meski gagal video warga memasuki hotel yang disiapkan pemerintah untuk menangani pasien orang tanpa gejala (OTG) itu viral di media sosial.

Kapolsek Panakkukang Kompol Jamal Fathurrahman mengatakan, warga yang datang ke hotel tersebut memaksa mengambil paksa ibunya lantaran sang ibu sudah diisolasi selama sebulan.

Baca: Gubernur NA Klaim Sudah Bisa Kendalikan COVID-19, Aminuddin Ilmar: Faktanya Sulsel Masih Nomor 4 Jumlah Pasien Positif

Mnurut Jamal, keluarga yang ditinggalkan sang ibu untuk isolasi tidak percaya sang ibu terinfeksi virus Covid-19. Pasalnya, mereka tidak pernah menerima dokumen hasil pemeriksaan swab tenggorokan yang menyatakan ibunya positif Covid-19.

“Awalnya keluarga ngotot karena belum melihat hasilnya langsung dan ngotot karena belum mendapatkan sembako. Kami dari tim gabungan menjelaskan ke pihak keluarganya dan memperlihatkan (dokumen) hasil swab-nya,” kata Jamal saat kepada wartawan di lokasi kejadian, Senin malam.

Setelah memperlihatkan dokumen hasil swab yang dikeluarkan salah satu laboratorium di Makassar, keluarga pasien pun mengerti dan kembali mengikhlaskan keluarganya untuk dikarantina di hotel tersebut.

Baca: Suami Protes Istrinya Dimakamkan Prosedur COVID-19, Begini Jawaban Polda Sulsel

Pasien, kata Jamal, kini tinggal menjalani uji swab kedua untuk memastikan apakah dirinya sudah negatif corona atau belum.

“Memang tadi dari pihak keluarga ngotot dengan berbagai alasan katanya di ping pong. Tapi kami dari pihak kesehatan, kepolisian, dan TNI berkomunikasi dengan pihak keluarga akhirnya keluarga mau ibunya dirawat disini,” imbuh Jamal.

Seorang warga Makassar, Rahman mengatakan, fenomena penolakan banyak warga untuk dirapid test harus direspons agar tidak menjalar.

“Ini menyangkut kepercayaan masyarakat. Jadi harus cepat dan ada upaya untuk memberi pemahaman tentang tujuan rapid test dan harus transparan,” ujarnya. (#)

One thought on “Masalah Baru Covid-19, Banyak Warga Tolak Rapid Test, Puluhan Orang Datangi Hotel Paksa Keluarganya Dipulangkan

  1. Pingback: 600 Orang Dari 1.137 Positif COVID-19 di Makassar Masih Dirawat | Newsurban

Leave a Reply