Gubernur NA Sebut Luwu Timur Klaster Baru Penambahan Kasus Covid-19 di Sulsel

Gubernur Sulsel sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel Nurdin Abdullah menjemput dan memantau rapid tes ratusan santi Al-Fatah Magetan Jatim saat tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, Rabu 15 April 2020. (kominfo)

Selain Kabupaten Luwu Timur, Nurdin Abdullah juga menyampaikan masih ada Kabupaten Maros dan Kota Makassar yang sementara diatasi.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah (NA), menyebutkan Kabupaten Luwu Timur menjadi klaster baru penambahan jumlah pasien positif Covid-19 provinsi ini.

Hal itu disampaikan Nurdin Abdullah pada diskusi virtual bersama promotor kesehatan masyarakat BNPB, dokter Luna Kamal dan Ketua AJI Kota Palu dalam acara “Masa Transisi di Sulawesi: Strategi dari Zona Merah ke Zona Hijau”, Rabu (10/6/2020).

“Saya ingin mengatakan bahwa hari ini kita masih tersisa Luwu Timur sebagai klaster baru yaitu klaster Vale,” ungkapnya.

Baca juga: Update 10 Juni: Kasus Covid-19 di Luwu Timur Meledak, Total Positif 399 Orang

Selain Kabupaten Luwu Timur, Nurdin Abdullah juga menyampaikan masih ada Kabupaten Maros dan Kota Makassar yang sementara diatasi.

“Kedua adalah Maros dan Makassar. Tinggal tiga itu, yang lain saya kira Insyaallah belum ada lagi transmisi lokal,” tambahnya.

Adapun Kabupaten Toraja Utara sudah dinyatakan masuk zona hijau atau sama sekali tidak ada penularan Covid-19. “Sulawesi Selatan itu yang tidak ada satupun yang terkontaminasi positif itu Toraja Utara,” katanya.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Luwu Timur Membludak, Total Positif 267 Orang

Sementara untuk kabupaten kota yang memiliki PDP, ODP, OTG maupun positif dipusatkan penanganannya di Kota Makassar.

“Memang beberapa kabupaten kita sinergi, program yang kita kemas dalam Wisata Covid-19. Semuanya yang ada di kabupaten itu dibawa ke Makassar, di isolasi di Makassar,” jelasnya.

Baca juga: Kasus Positif Terus Bertambah di Lutim, Proyek Rp14 M atau Covid-19 Harus Diselesaikan?

Sementara yang dianggapnya masih zona merah adalah Makassar. “Yang merah itu Makassar, karena memang kemarin ini ada pelonggaran yang dilakukan pemkot, padahal kita berharap Makassar ini adalah episentrum penularan utama, maka kita ingin Makassar lebih ketat lagi,” tandasnya.

Diketahui, jumlah kasus positif covid-19 di Luwu Timur terus bertambah. Jumlah kasus pada  Rabu (10/06/2020) hari ini dengan total kasus mencapai 399 positif corona. (*)

One thought on “Gubernur NA Sebut Luwu Timur Klaster Baru Penambahan Kasus Covid-19 di Sulsel

  1. Pingback: Gubernur Sulsel Target Kereta Makassar-Parepare Beroperasi Juni 2021 | Newsurban

Leave a Reply