Gubernur Sulsel Kecewa Penanganan Covid-19 di Makassar

Gubernur sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah. (kominfo)

“Sehingga kita agak kesulitan juga padahal kita berharap Makassar sebagai episentrum utama. Kita ingin Makassar lebih ketat lagi,” katanya seperti ditayangkan dalam Youtube BNPB, Rabu (10/6/2020).

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Provinsi Sulawesi Selatan menjadi salah satu provinsi yang masih dibayangi oleh pandemi Covid-19. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, hingga Selasa (9/6/2020), jumlah kasus konfirmasi positif di Sulsel bertambah 180 atau secara total sebanyak 2.194 kasus.

Salah satu kota yang menjadi perhatian tentu ibu kota Sulsel, Makassar. Berdasarkan data https://infocorona.makassar.go.id/, kasus konfirmasi positif per Selasa (9/6/2020) sebanyak 1.137. Dengan demikian, Makassar masuk ke dalam zona merah.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, hal itu tidak lepas dari pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar.

Baca juga: Gubernur NA Klaim Sudah Bisa Kendalikan COVID-19, Aminuddin Ilmar: Faktanya Sulsel Masih Nomor 4 Jumlah Pasien Positif

“Sehingga kita agak kesulitan juga padahal kita berharap Makassar sebagai episentrum utama. Kita ingin Makassar lebih ketat lagi,” katanya seperti ditayangkan dalam Youtube BNPB, Rabu (10/6/2020).

Nurdin pun bilang pergantian kepemimpinan pejabat Wali Kota Makassar sempat menimbulkan kesulitan. Imbasnya, terjadi miss communication atau kesalahpahaman dalam menentukan kebijakan.

Baca jugaPresiden Tekankan Penanganan COVID-19 Konsentrasi di Jatim, Sulsel, Kalsel

Kendati demikian, Nurdin menyebut masih banyak zona hijau di Sulsel, misalnya Kabupaten Toraja Utara. Agar semakin banyak zona hijau ke depan, maka Ia menekankan edukasi akan terus dilakukan guna meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama dalam menggalakkan protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker dan menghindari kerumunan.

“Kedua, kita dari awal secara aktif tracing kontak. Kenapa ini supaya kita menemukan orang-orang yang ke mana-mana menularkan, termasuk OTG maupun ODP, terus kita lakukan,” ujar Nurdin.

Baca juga: Bertambah 180, Warga Terinfeksi COVID-19 di Sulsel Capai 2.194

Saat ini, lanjut dia, sudah ada peningkatan kapasitas tes laboratorium dari semula hanya bisa memeriksa 350 spesimen per meningkat jadi 800 spesimen per hari. Tujuannya hal itu bisa menekan angka kematian.

“Sehingga betul-betul kita terus melakukan upaya agar bisa cepat mengendalikan Covid-19 ini,” kata Nurdin.

2 thoughts on “Gubernur Sulsel Kecewa Penanganan Covid-19 di Makassar

  1. Pingback: Positif COVID-19 di Makassar 1.332, Bertambah di Semua Kecamatan | Newsurban

  2. Pingback: Ditengah Pandemi, Ombudsman Terima 1.604 Aduan Penanganan Covid-19 | Newsurban

Leave a Reply