Hadapi Gelombang II COVID-19, Stok Rapid Rapid Test Kota Palu Sangat Minim

Walikota Palu bersama Tim Surveillance memberikan keterangan terkait indikasi gelombang kedua COVID-19 dan minimnya alat rapid test yang tersisa. (yusuf)

Sempat melandai, kasus baru COVID-19 di Kota Palu kembali ditemukan. Menghadapi itu, Walikota Palu Hidayat menegaskan pelaku perjalanan harus diperiksa ketat. Wajib membawa hasil rapid test non reaktif. Sebab stok rapid test yang dimiliki Kota Palu sudah sangat minim.

PALU, NEWSURBAN.ID – Walikota Palu Hidayat menegaskan, para pelaku perjalanan yang masuk Kota Palu wajib membawa hasil rapid test yang menyatakan non-reaktif dari daerah asalnya. Ini dilakukan karena tercatat sekitar ribuan orang tiap hari masuk ke wilayah Kota Palu melalui enam pintu masuk.

Menurut Hidayat, rapid test yang disiapkan Pemerintah Kota Palu saat ini 6.700. Sebagian sudah terpakai dan sekarang tinggal 3.026 rapid test.

Baca: Pondok Perawatan Penuh Pasien COVID-19, Pemkot Palu Fungsikan Runawa Pantoloan Jadi Karantina

“Kalau kita rapid test semua orang yang masuk wilayah Kota Palu, hanya dalam dua hari sudah habis stok rapid test kita,” ungkapnya pada Selasa malam, 9 Juni.

Hidayat menyatakan kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah kota Palu semata-mata untuk melindungi keselamatan seluruh masyarakat kota Palu.

Sebab lanjut dia, fakta di lapangan, didapatkan yang dirawat di Pondok Perawatan OTG dan ODP Asrama Haji yang reaktif hasil rapid testnya ada 34 orang ditambah dua orang di RSUD Anutapura, dan lima orang belum bisa tertampung.

Baca: 16 Kasus Baru Positif COVID-19, Tim Surveillance Langsung Lakukan Pelacakan Kontak

“Dengan segala hormat dan segala ketulusan, mohon seluruh masyarakat yang mau masuk wilayah Kota Palu harus menggunakan hasil rapid test dari daerah asal. Kalau tidak menggunakan itu, mohon maaf jangan lagi masuk wilayah Kota Palu,” tegasnya.

Walikota berharap dalam menghadapi gelombang kedua COVID-19 ini masyarakat dan Pemerintah kota Palu bersama-sama mengatasi penyebaran Covid-19.

“Jangan kita saling menyalahkan, memfitnah, dan menghujat. Kita harus bersama-sama menyatukan hati dan kebijakan kita,” lanjut Wali kota.

Baca: 32 Warga Palu Dipantau, Baru Pulang Dari Negara Terpapar Virus Corona

Ancaman-ancaman dari daerah terpapar COVID-19, katanya harus diwaspadai, tetap menggunakan masker dan mengikuti semua protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

“Takut dan khawatir adalah manusiawi, tetapi kekhawatiran yang sangat berlebihan itu sangat beresiko terhadap daya tahan tubuh kita,” pungkasnya. (humas/yusuf)

One thought on “Hadapi Gelombang II COVID-19, Stok Rapid Rapid Test Kota Palu Sangat Minim

  1. Pingback: Ada Kasus Baru Covid-19, Pemkot Palu Kembali Optimalkan Kegiatan Lapangan | Newsurban

Leave a Reply