Pandemi Covid-19 Gerus 50 Persen Penerimaan Pajak Bapenda Sulsel

Kepala Bidang Pendapatan Asli Daerah Bapenda Sulsel Dharmayani Mansur.

Pandemi Covid-19 ikut memukul penerimaan pajak kendaraan  Bapenda Sulsel. Selama Mei hanya kisaran Rp2-3 miliar per hari, turun 50 persen dari Rp5-6 miliar sebelum Pandemi Covid-19.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Pandemi Covid-19 yang belum terkendali memukul semua sektor perekonomian warga Sulsel. Akibatnya penerimaan pajak Pemprov Sulsel anjlok. Potential loss diperkirakan masih terjadi beberapa waktu ke depan.

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda Sulsel) mencatat di situasi normal pemasukan bisa mencapai Rp5-6 miliar. Namun selama bulan Mei kemarin hanya berada di angka Rp2-3 miliar perhari atau turun 50 persen.

Baca: Dishub Usul Insentif Kendaraan Plat Kuning Dihapus

“Pemasukan pajak sangat anjlok pada masa penerapan PSBB bulan Mei lalu. Namun memasuki bulan juni ini mulai mengalami peningkatan semoga bisa terus naik,” kata Kepala Bidang Pendapatan Asli Daerah Bapenda Sulsel, Dharmayani Mansur, Senin (8/6)

Seperti diketahui, untuk meringankan beban masyarakat di tengah pandemi COVID-19 sekaligus untuk mendorong agar masyarakat tetap membayar pajak, Bapenda Sulsel memberikan pembebasan denda pajak yang berlaku mulai bulan Januari hingga bulan Juni tahun 2020.

Baca: Razia PKB, Samsat Akan Datangi Rumah Penunggak

Dharmayani menyebutkan pembebasan denda pajak kendaraan sebenarnya dilakukan untuk memberikan kelonggaran bagi masyarakat wajib pajak selama masa PSBB yang dulu diberlakukan baik di Kota Makassar maupun di Kabupaten Gowa.

“Jadi awalnya karena ada PSBB sehingga masyarakat dianjurkan tidak keluar rumah menjauhi kerumunan sehingga aktifitas sangat terbatas, maka diberlakukanlah penghapusan denda pajak yang berlaku sejak januari hingga bulan juni” ungkap Dharmayani.

Baca: Bayar PKB Bisa di Alfamart dan Indomart

Ia berharap pembebasan denda pajak akan mengurangi beban masyarakat selama pandemi covid-19 sekaligus masyarakat tidak perlu khawatir akan jatuh tempo.

“Kami berharap beban masyarakat khususnya wajib pajak bisa berkurang dengan adanya penghapusan denda pajak, serta mereka tidak perlu khawatir jatuh tempo pajaknya,” imbuhnya.

“Perpanjangan masa penghapusan denda pajak akan ditentukan dengan melihat perkembangan darurat covid-19,” imbuhnya. (*)

Leave a Reply