Positif COVID-19 di Sulsel Sudah 2.524, Gubernur Bakal Terbitkan Pergub Percepatan Penanganan

Para terduga pembawa kabur jenazah Corona di Makassar diamankan polisi (dokumentasi polisi)

Terus bertambah, jumlah kasus positif Virus Corona Disease 2019 (Covid-19) di Sulawesi Selatan sudah mencapai 2.524. Gubernur Sulsel bakal menerbitkan Peraturan Gubernur untuk percepatan penanganan.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Sulawesi Selatan menjadi satu dari lima provinsi penambahan kasus terbanyak. Dalam tiga hari terakhir (9-11 Juni) penambahan kasus baru di Sulsel sebanyak 510.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang diperbarui pada pukul 12.00 WIB, terjadi penambahan 141 di Sulawesi Selatan sehingga total menjadi 2.524.

Di hari yang sama Jawa Timur menjadi provinsi terbanyak penambahan kasus.
Kasus baru dilaporkan 297 orang di Jatim sehingga menjadi total 7.103.

“Kalau kita teliti lebih lanjut, pada beberapa daerah masih cenderung tinggi. Jawa Timur melaporkan 297 kasus baru, namun dilaporkan juga 112 kasus sembuh,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarat, Kamis (11/6).

Sementara di DKI Jakarta ada 128 kasus baru sehingga total pasien positif mencapai 8.650 orang.

Menurut Yuri, penambahan kasus baru didukung oleh tracing kontak yang semakin agresif. Kendati demikian, penularan terus terjadi karena beberapa hal mendukungnya. Sebagai contoh penggunaan masker yang tidak benar.

“Ada yang hanya menutup mulut, hidung tidak. Bahkan ada pula yang hanya menutup dagu,” ujarnya.

Baca:

Yuri kembali mengajak masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan secara disiplin agar penularan virus ini dapat dikendalikan.

5 Provinsi Terbanyak Penambahan Positif:
1. Jawa Timur: 7.103 positif (+297)
2. Sulawesi Selatan: 2.524 (+141).
3. DKI Jakarta: 8.650 (+128).
4. Kalimantan Selatan: 1.634 (+79).
5. Sumatera Utara: 680 (+45)

Pergub Sulsel
Penambahan kasus yang terus terjadi membuat Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mempertimbangkan untuk menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) guna mempercepat penanganan pandemi virus corona (Covid-19).

Sekda Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Hayat Gani mengatakan, saat ini Pemprov Sulsel masih mempertimbangkan sejumlah faktor, seperti ekonomi sebelum menerbitkan Pergub. Pasalnya, pengetatan aktivitas warga Sulsel akan berdampak pada kenaikan angka kemiskinan.

“Saya kira sangat mungkin menerbitkan Pergub. Kalau semua sudah terancam ya jadinya halal,” kata Hayat Gani dalam Webinar Leader Talk iNews TV bertajuk ‘Sulsel Menuju New Normal’, Kamis (11/6/2020).

Hayat memaparkan, Pemprov Sulsel masih berupaya mengajak Pemkot dan Pemkab agar melakukan aksi nyata di lapangan guna mengajak masyarakat menaati protokol kesehatan.

“Action itu penting bagaimana wali kota dan bupati menempatkan orang-orang yang menjadi garda terdepan dan membentuk tim sehingga siapa yang melanggar bisa disanksi,” ucapnya.

Hayat Gank menambahkan, pihaknya juga mengimbau kepala daerah di Sulsel memberikan reward dan punishment kepada perusahaan, pertokoan, hingga kafe dan rumah makan yang menerapkan atau melanggar protokol kesehatan saat menjalankan aktivitas usahanya.

“Misalnya kalau warung dia menerapkan protokol kesehatan kita kasih reward dengan KUR (kredit usaha rakyat-red). Kalau dia melanggar ya ada sanksinya,” ujarnya.

Abdul meminta pemda di Sulsel memberlakukan protokol kesehatan bagi warganya secara ketat guna mengendalikan penyebaran virus corona. “Tapi dilakukan utamanya secara persuasif,” tuturnya.

Baca: Nurdin Abdullah Masuk Radar Capres PDIP 2024 (#)

2 thoughts on “Positif COVID-19 di Sulsel Sudah 2.524, Gubernur Bakal Terbitkan Pergub Percepatan Penanganan

  1. Pingback: Positif Covid-19 Melonjak Jadi 1445, IDI Rekomendasikan Makassar PSBB Tahap Tiga | Newsurban

  2. Pingback: Sandiaga Uno Usul Lima Gagasan Aman Pangan Hadapi Ancaman Krisis | Newsurban

Leave a Reply