Banjir Bandang di Bantaeng 2.333 Rumah Rusak dan 1 Orang Meninggal

Salah satu rumah di Bantaeng rusak di Kabuapaten Bantaeng akibat banjir bandang, Jumat (12/06/2020).

Dari data sementara, dipastikan 2.333 rumah warga rusak. Kerugian akibat banjir dan longsor, diperkirakan mencapai Rp 25 miliar.

BANTAENG, NEWSURBAN.ID — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantaeng mencatat, 2.333 rumah tinggal warga di tiga kelurahan di Bantaeng rusak parah. Satu warga meninggal dunia Fatta Ampa (14) lantaran terseret arus banjir, Jumat (12/06/2020).

“BPBD Bantaeng, saat ini dalam proses membantu para warga terdampak banjir untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman,” Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam keterangan persnya, Sabtu (13/6/2020).

Berdasarkan laporan tersebut, sementara ini, para warga korban banjir, mengungsi di delapan titik posko darurat.

Di Gedung Muhammadiyah Bantaeng, tercatat ada 35 warga yang mengungsi. Sebanyak 35 orang lainnya, juga terpaksa diungsikan ke Masjid Jami Tanganga. Di SD Inpres Tappajeng, sekitar 25 warga juga menginap sementara sejak, Jumat (12/06/2020) untuk mengungsi.

Baca juga: Banjir Bandang di Bantaeng, Satu Orang Meninggal Dunia

Di Masjid Nurul Yaqin, laporan BPBD kepada BNPB, tercatat ada 20-an warga pengungsi. Begitu juga di Mushala Cabang BRI, ada sekitar 25 warga pengungsi. Di Masjid Cabodo, sebanyak 30-an orang, dan lima orang terpaksa memanfaatkan Posko Induk Covid-19 sebagai tempat mengungsi sementara.

BNPB menyampaikan, laporan dari BPBD Bantaeng, banjir sudah menghantan wilayah itu sejak Jumat (12/06/2020).

“Banjir dipicu tingginya intensitas hujan yang menyebabkan permukaan air Sungai Calendu, meluap ke pemukiman warga,” begitu dikatakan BNPB.

Baca juga: Banjir Bandang di Bantaeng Setinggi 2 Meter dan Hanyutkan 4 Rumah Warga

Debit air yang di luar perkiraan pun membuat jebol DAM Balang Sikuyu. Jebolnya penampung debit air tersebut, membuat banjir semakin meluas. Kini tercatat sedikitnya, ada delapan wilayah terparah banjir.

Yaitu di Kelurahan Pallantikang, Kelurahan Tappanjeng, dan Kelurahan Mailililing. Banjir juga merendam pemukiman di Kelurahan Bonto Rita, Kelurahan Bonto Sunggu, dan Kelurahan Bonto Atu, juga Kelurahan Bonto Lebang.

Baca juga: Akibat Banjir Bandang Tanggul Cekdam di Bantaeng Jebol

Banjir di wilayah itu meluas sampai ke Desa Bonto Jai, di Kecamatan Bissappu, dan Desa Bonto Majannang di Kecamatan Sinoa.

Banjir juga mengisolasi Perkampungan Kaili. Jembatan sepanjang 10 meter yang menghubungkan desa itu, rusak dan tak dapat dilalui. Di akses menuju Bantaeng, jalur lingkar selatan sepanjang 40 meter juga terputus.

Banjir, yang masih dibasahi derasnya hujan, juga membuat jalanan menuju Bantaeng, mengalami longsor, dan tak dapat dilewati kendaraan.

Dari data sementara, dipastikan 2.333 rumah warga rusak. Kerugian akibat banjir dan longsor, diperkirakan mencapai Rp 25 miliar. (*)

2 thoughts on “Banjir Bandang di Bantaeng 2.333 Rumah Rusak dan 1 Orang Meninggal

  1. Pingback: Gubernur Sulsel Bantu Dana Anggaran Tanggap Darurat Banjir Bantaeng Rp16 M | Newsurban

  2. Pingback: Banjir Bantaeng, Gubernur Sulsel Bantu Anggaran Tanggap Darurat Rp16 M | Newsurban

Leave a Reply