KPU Nunukan Aktifkan Kembali PPK dan PPS Untuk Pilkada 2020

Rahman, Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Nunukan. (arung)

KPU Nunukan kembali mengaktifkan PPK di 21 Kecamatan dan PPS 239 Desa/Kelurahan untuk menyukseskan Pilkada Serentak 2020 di masa pandemi COVID-19.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID – Ketua KPU Nunukan Rahman mengatakan, sebelum pandemi Corona pihaknya sudah melalui beberapa tahapan persiapan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.

Rahman mengaku telah menyampakan kepada PPK di 21 Kecamatan dan PPS 239 Desa/Kelurahan kembali aktif.

“Penyelangara Adhoc harus diaktifkan kembali sesuai dengan surat edaran no 441, jadi dari PPK hingga PPS sudah mulai beroperasi termasuk sekretariatnya,” jelas Rahman, Selasa (16/6) saat ditemui di ruang kerjanya.

Baca: Penularan Corona Terkendali, Bupati Laura Jalankan Skenario Menuju New Normal

Tentu kata dia, semua dipersiapkan harus matang, sesuai dengan jadwal tahapan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah.

Rahman juga mengaku akan berkoordinasi secara maksimal dengan semua struktur. Dalam waktu dekat ada verifikasi faktual Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara lewat jalur perseorangan dilakukan.

Baca: Pilkada Kaltara 2020, Polri-TNI Apel Siaga Sinergi Untuk Pengamanan

Selanjutkan akan membentuk dan merekrut Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP) yang nantinya melakasanakan input data pemilih terbaru. “24 juni sampai 12 juli ada Verfak Calon Gubernur/Wakil Gubernur lewat jalur perseorangan dan nanti ada pemuktahiran data terbaru yakni 15 juli sampai 13 agustus 2020,” jelas Rahman

Sosialisasi penyelenggaraan Pilkada menurut Rahman akan memanfaatkan kegiatan sosialisasi mereka melalui sistem online atau dengan media berita tapi tetap fleksibel melihat kondisi daerah tertentu.

“Walaupun anggarannya dipangkas kita tetap sesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah untuk tetap menyelenggarakan pemilu di Nunukan,” ucapnya.

Baca: Tahapan Pilkada Mulai 15 Juni, Bawaslu dan KPU Harus Kerja Keras

Namun sambung dia pemetaan dan sosialiasi, pihaknya berencana menggunakan media. Sudah tidak mengadakan pertemuan seperti dulu, yang melibatkan banyak kerumunan dan elemen masyarakat ditengah kondisi masih pandemi COVID-19.

“Jadi kita akan bekerjasama sama dengan media untuk sosialisasi secara sistem online dan mengikuti perkembangan teknologi setiap dapil di Nunukan,” ujarnya.

Baca: KPU Undur Dua Tahapan Pilkada 2020, Tunggu Anggaran APD Rp4,7 T

Dia mengaku, menyelengarakan Pilkada di tengah pandemi COVID-19 adalah pekerjaan besar. Namun harus siap dalam keadaan apapun.

“Dalam penyelengaraan pemilihan umum ke depannya termasuk kampanye tetap diselenggarakan mengikuti standar protokol kesehatan COVID-19,” ujarnya.

Menyukseskan Pilkada tambah Rahman bukan hanya peranan dari KPU. Proses awal hingga akhir demokrasi pemilihan adalah tanggungjawab bersama sesuai pada peranan masing-masing setiap elemen di Nunukan berdasarkan tingkat partisipasi pemilih dengan target yang besar. (arung)