Pemkot Makassar Kasi Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan Mulai 20 Juni

Fase new normal, begini kondisi kasus COVID-19 di Kota Makassar.

Mulai Sabtu 20 Juni, pelanggar protokol kesehatan dikasi sanksi. Sosialisasi dilakukan dua hari, Kamis dan Jumat.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Penajabat Walikota Makassar Yusran Yusuf mengatakan, pemerintahannya mulai menerapkan sanksi pada Sabtu, 20 Juni.

Sanksi harus diberikan karena kasus penularan corono virus disease 2019 (COVID-19) bergerak tak terkendali. Sementara sebagian besar warga dan pemilik usaha banyak yang abai menerapkan protokol kesehatan.

Akibatnya angka kasus positif saat ini bergerak tak terkendali. Hingga kini angkanya sudah 1.849. Lebih dari setengah atau 1.113 masih dirawat. Penularannya merata di 14 kecamatan.

Baca: Kabar Baik, Hanya Bertambah 4, Kasus Positif Corona Sulsel Menjadi 3.200

Fakta itu membuat Pemkot Makassar harus tegas melakukan pendisiplinan dengan diawali edukasi melibatkan berbagai elemen dan tokoh masyarakat hingga tingkatan RT/ RW.

Bahkan Yusran telah membentuk Inspektur Covid-19. Tetapi, sebagian besar masyarakat masih bandel dengan mengabaikan prosedur protokol kesehatan untuk mencegah reproduksi COVID-19.

Baca: Fase New Normal, Kasus COVID-19 di Makassar Capai 1.849

Lihat saja di jalan dan tempat umum yang mulai ramah. Masih banyak warga yang lupa atau tidak menggunakan masker. Juga tanpa sadar atau direncanakan berkerumun pada suatu tempat seperti masa normal.

Juga banyak tempat usaha dan pusat-pusat keramaian belum menyediakan tempat cuci tangan yang memadai.

Fakta itu disikapi Yusran Jusuf. Ia menyiapkan sanksi terhadap warga maupun pemilik usaha yang abai melaksanakan protokol kesehatan di masa pandemi.

Baca: Positif COVID-19 di Sulsel Sudah 2.524, Gubernur Bakal Terbitkan Pergub Percepatan Penanganan

“Kita akan kenakan paling tidak tiga sanksi, yakni sanksi berat, sedang, dan ringan. Tergantung kondisi pelanggaran yang dilakukan,” ucap Yusran, Rabu 18 Juni 2020.

Pemberian sanksi akan disosialisasikan selama dua hari. Dimulai besok, hari Kamis dan Jumat.

“Pada tanggal 20 Juni 2020 mendatang sudah mulai dilakukan penerapannya,” kata Yusran.

Baca: Satpol PP Makassar Awasi Mall Untuk Penegakan Perwali Pengganti PSBB

Untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona tersebut, di waktu bersamaan juga akan digalakkan gerakan massal penyemprotan disinfektan.

Penyemprotan dilakukan setiap hari Sabtu dan Minggu. Dimulai tanggal 20 Juni 2020.

Yusran mengatakan gerakan tersebut melibatkan seluruh personel Pemerintah Kota Makassar, dari Camat, Lurah, serta RT/ RW, dan juga aparat gabungan TNI/POLRI. (ard/*)

2 thoughts on “Pemkot Makassar Kasi Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan Mulai 20 Juni

  1. Pingback: Sulsel Tertinggi Penambahan Positif Corona, Kasus Baru 207 | Newsurban

  2. Pingback: Sabtu 20 Juni, Pemkot Makassar Terapkan Sanksi Pelanggar Protokol Pencegahan COVID-19 | Newsurban

Leave a Reply