Disiplin Rendah, Sulsel Sulit Kendalikan Penularan Corona

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.

Kesadaran warga yang rendah menyulitkan upaya pemerintah menekan laju penyebaran Covid-19.” Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengakui kesadaran warga menerapka protokol kesehatan masih rendah.

“Kondisi inilah yang menyulitkan pemerintah daerah (pemda) dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Andi Sudirman.

Baca: Sulsel Tertinggi Penambahan Positif Corona, Kasus Baru 207

Karena itu, dia meminta masyarakat membantu pemerintah dalam menekan penyebaran virus corona. Cara yang harus dilakukan dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Kesadaran warga yang rendah ini akan menyulitkan upaya pemerintah menekan laju penyebaran Covid-19,” kata Andi Sudirman di Kota Makassar, Sulsel, Jumat (19/6).

Baca: Sabtu 20 Juni, Pemkot Makassar Terapkan Sanksi Pelanggar Protokol Pencegahan COVID-19

Upaya menangani penularan Covid-19 menurut dia, harus dilakukan bersama-sama, mulai dari pemerintah, tenaga medis dan masyarakat. Selain itu menerapkan protokol kesehatan untuk sementara waktu bukanlah hal yang sulit.

Wagub mengatakan, masker bukan hal yang sulit didapatkan. Banyaknya penjual masker dengan harga terjangkau, seharusnya tidak menjadi masalah bagi masyarakat. Tinggal disiplin menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Baca: JK Minta Penanganan COVID-19 Tegas, Di Sulsel Angka Penularan Terus Batambah

“Pemerintah tidak bekerja sendiri. Masyarakat harus ikut membantu. Sadar akan protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun dengan air mengalir,” ujarnya.

Saat ini aturan protokol kesehatan sudah mulai diketatkan lagi, khususnya di Kota Makassar yang menjadi episentrum penyebaran virus corona. Langkah ini dinilai dapat menekan angka kasus Covid-19 di Sulsel yang terus meningkat setiap harinya.

Untuk diketahui, hari ini, Sabtu 19 Juni 2020 Sulsel tertinggi penambahan kasus positif. Ada 207 kasus baru. (#)