Tjahjo Kumolo Akan Pangkas ASN, Tak Produktif dan Jumlah Berlebihan

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo. (dok)

Hasil evaluasi tiga bulan bekerja dari rumah banyak ASN yang tidak produktif. Itu salah satu dasar Kemenpan-RB memangkas ASN.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo menyatakan akan mengurangi jumlah Aparatur Sipil Negara atau ASN.

Kebijakan tersebut diambil berdasarkan evaluasi, banyak ASN yang tidak produktif selama bekerja dari rumah atau WFH. Mereka yang tidak produktif karena tidak kompeten sehingga sulit beradaftasi dengan kondisi sekarang.

Baca: ASN Pusat Wajib Pindah ke Ibu Kota Baru, Tak Mau Tjahjo Bilang Silakan Mundur

Dengan demikian, pihkanya menyatakan perlu adanya strategi untuk mengurangi ASN yang tidak produktif tersebut. “Perlu strategi untuk mengurangi yang tidak produktif ini secara bermartabat,” ungkapnya.

Tjahjo menyatakan, banyaknya ASN yang tidak produktif tersebut tidak menyelesaikan pekerjaan yang sudah menjadi tanggungjawabnya.

Baca: Ekonomi RI Melorot, Proyeksi Kuartal II Minus 3,8 Persen

Hal tersebut kemudian membebankan ASN lain yang masih mengerjakan tanggung jawabnya dan terpaksa menutupi pekerjaan rekannya yang tidak produktif tersebut.

“Kelompok yang produktif dalam masa WFH ini menjadi banyak pekerjaannya. Mereka terpaksa mengerjakan pekerjaan yang tidak bisa diselesaikan oleh kelompok yang tidak produktif tadi,” jelasnya menambahkan.

Baca: RI Jadi Anggota Dewan Ekonomi dan Sosial PBB

Dalam kesempatan yang sama, pihaknya juga menekankan bahwa memang Indonesia saat ini kelebihan ASN yang tidak diperlukan.

Namun di sisi lain, Indonesia juga sangat membutuhkan ASN karena kekurangan tenaga di divisi yang dibutuhkan.

Too many, but not enough. Perlu adanya perubahan drastis dalam format kebutuhan kompetensi untuk rekrutmen ke depan,” jelasnya. (nd/*)

Leave a Reply