Gerhana Matahari Cincin Terlihat Jelas di Masamba dan Benteng

Gerhana matahari cincin. (bmkg)

Gerhana cincin terlihat lebih jelas di Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar dan Masamba Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Gerhana matahari cincin menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Sulawesi Selatan, Minggu 21 Juni berlangsung hampir dua jam.

“Diperkirakan akan berlangsung pada 15.35 Wita, puncaknya pada 16.30 Wita, dan berakhir pada 17.19 Wita,” ujar staf Pusat Gempa Regional, Tsunami Early Warning Sistem (TGR-TEWS) BKMG Wilayah Makassar, Syarifuddin di Makassar, Sabtu (20/6).

Baca: Besok! Terjadi Fenomena Alam di Akhir Tahun  

Namun kata dia, gerhana tersebut tidak seperti saat gerhana matahari total pada 9 Maret 2016.

Ukuran magnitudo gerhana matahari yang bisa terlihat lebih jelas dari Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar mencapai 0,155 dan di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan mencapai 0,255.

“Tidak ada pengaruh khusus saat terjadi gerhana matahari tersebut, ini fenomena alam saja. Gerhana ini akan terlihat di hampir seluruh wilayah Sulsel,” ungkapnya.

Baca: Inilah 25 Kota Nampak Gerhana Matahari Cincin di Akhir Tahun 2019

Dia mengatakan gerhana matahari cincin tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Tetapi masyarakat bisa melihat prosesnya menggunakan kaca mata khusus atau teropong di lokasi terbuka.

Rencananya, BMKG melaksanakan pengamatan prosesi gerhana matahari di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) Galesong, Kabupaten Takalar.

“Masyarakat bisa melihat menggunakan kacamata khusus ataupun teropong di lokasi terbuka. Prosesnya cukup lama sekitar satu jam lebih,” tuturnya kepada wartawan di ruangan pusat analisa gempa BMKG wilayah Makassar.

Fenomena alam itu akan melewati 432 pusat kota dan kabupaten di 31 provinsi di Indonesia berupa gerhana matahari sebagian. #

Leave a Reply