Memprihatinkan, 100 Anak di Sulsel Terpapar Covid-19

Ilustrasi. Masker lucu mungkin bisa jadi pilihan untuk anak-anak agar terhindar dari penularan Virus Corona.

Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mencatat sedikitnya 100 anak di Sulawesi Selatan telah terpapar Virus Corona.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Penularan COVID-19 di Sulawesi Selatan menyerang usia anak-anak. Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mencatat hingga kini, ada sedikitnya 100 anak di Sulawesi Selatan yang telah terpapar virus horor tersebut.

Bunda PAUD Sulsel, Lies F Nurdin dalam online meeting bersama Bunda PAUD Kab/Kota se-Sulsel, meminta agar semua Bunda PAUD menjadi garda terdepan dalam penanganan Corona. Sosialisasi protokol kesehatan dan menjalankan rumus mengasuh anak lebih dioptimalkan lagi.

Baca: Sulsel Tertinggi Penambahan Positif Corona, Kasus Baru 207

Lies yang juga Ketua TP PKK Provinsi Sulsel ini pun memberikan contoh, anak-anak diwajibkan untuk menggunakan masker dengan motif yang menarik. Ia juga mengimbau kepada mereka dengan baik soal pentingnya mencuci tangan melalui pendekatan persuasif.

“Bunda PAUD yang memegang peranan penting dalam menjaga kualitas anak saat ini. Kita dituntut untuk memberikan pemahaman terkait wabah yang saat ini tengah mendunia kepada anak-anak,” katanya, Jumat (19/6).

Baca: Disiplin Rendah, Sulsel Sulit Kendalikan Penularan Corona

Lies juga mengatakan anak-anak diajak menggunakan masker dengan menyiapkan masker bermotif yang lucu dan berkarakter serta mencuci tangan dengan sabun serta mengajarkan permainan dan keterampilan yang bisa mengasah kemampuan berpikirnya.

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Makassar, Masniawati Z Yusran dalam laporannya mengatakan, saat ini terdapat 46 anak yang terkena Covid-19. Namun, kasus ini perlahan mulai menurun seiring beberapa dari mereka yang telah sembuh.

Baca: Positif Corona di Makassar Sudah 2.006, Warga Harus Lebih Waspada

Apa yang menjadi persoalan ini sekarang ini adalah membuat agar anak tidak bosan selama di rumah. Kata dia, perlu adanya referensi permainan untuk anak bisa tetap betah berada di rumahnya.

Sebab kata Ketua TP PKK Kota Makassar ini, sudah kurang lebih dari 3 bulan mereka berada di rumah saja. Maka tak ayal apabila memang perlu ada permainan sembari mengembangkan kreativitasnya.

Baca: Sabtu 20 Juni, Pemkot Makassar Terapkan Sanksi Pelanggar Protokol Pencegahan COVID-19

“Untuk Kota Makassar sendiri, semua Bunda PAUD berkomitmen menjaga anak-anak dengan senantiasa mengedukasi dan mendampingi tumbuh kembang anak sesuai dengan rumus mengasuh anak hanya memang dibutuhkan saat ini alternatif permainan agar anak tidak merasa jenuh berada di rumah terus,” imbuhnya.

Online meeting ini diisi dengan diskusi oleh semua Bunda PAUD terkait langkah yang akan dilakukan menghadapi pandemi bersama anak-anak.

Rencananya, buku panduan mengasuh anak akan segera dikeluarkan agar dapat menjadi panduan Bunda PAUD Kab/Kota dalam bekerja. (*)