PDIP Tak Usung Petahana di Pilgub Kaltara, Norhayati Andris Siap Maju

Norhayati Andris (tengah) Ketua DPRD Kalimantan Utara yang Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Utara. (dok)

Ketua DPRD Kalimantan Utara Norhayati Andris siap maju di Pilgub. Ini sinyal PDI Perjuangan tak mengusung petahana.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID – Politisi PDI Perjuangan Deddy Sitorus mengatakan PDI Perjuangan selalu berpeluang mendukung kader di luar petahana sepanjang memenuhi kriteria dan mekanisme yang sudah ditentukan partai.

“Kita membuka peluang pada kader maupun non kader sepanjang memenuhi kriteria yang ada dan memiliki potensi untuk memenangkan pertarungan serta punya rekam jejak yang bersih,” ungkap Deddy dilansir dari borneotimesid melalui keterangan tertulisnya.

Baca: Menakar Kekuatan di Pilgub Kaltara: Petahana Versus Si Kuda Hitam

Menurut Deddy, PDI Perjuangan memang selalu terbuka untuk koalisi dengan siapapun dan partai apapun sepanjang punya visi yang sama diantaranya menghadirkan pembaharuan, mendorong percepatan pembangunan dan menjaga keharmonisan di Kaltara serta mampu membangun sinergi antara semua stakeholder yang ada.

Menanggapi sikap DPP PDI Perjuangan yang membuka peluang bagi kader untuk maju pada Pilgub 9 Desember mendatang, Ketua DPRD Kaltara Norhayati Andris disebut-sebut sebagai kader yang akan ikut bertarung pada pilgub mendatang menyatakan kesiapannya jika partai menugaskan.

Baca: Deklarasi Maju Pilgub Kaltara La Tinro Tunggu Hasil Survei

Tercatat, PDI Perjuangan memiliki banyak kader yang layak maju di Pilgub Kaltara. Selain Norhayati Andris, ada Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltara Jhonny Laing Impang, Politisi Senayan Deddy Sitorus, dan ada nama Rakhmat Sewa (Ketua Fraksi PDIP) termasuk beberapa nama non Kader yang sudah dalam tahap penjajakan.

“Sebenarnya sih tergantung keputusan partai, tetapi jika partai menugaskan, maka sebagai kader tentu saja saya siap melaksanakan tugas tersebut, ” tegas Ketua DPRD Kaltara ini, Senin.

Baca: Pilkada Kaltara, PDIP Tegaskan Syarat Calon Mampu Jabarkan Visi Misi Partai

Seperti diketahui, peta politik jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltara, terus berubah. Dukungan partai politik juga masih menjadi misteri. Belum ada koalisi partai yang resmi terbangun. Bahkan petahana Irianto Lambrie yang lebih awal mengumumkan pasangannya yakni Irwan Sabri, hingga sejauh ini juga belum mendapatkan dukungan parpol pengusung secara resmi.

Dinamisasi politik ini tentu saja menarik ditunggu. PDI Perjuangan sebagai partai pengusung Irianto Lambrie pada pilkada sebelumnya justru berbalik memberi sinyal positif untuk mengusung kader dan non kader (di luar Petahana).

Baca: KMP Kaltara, Dorong Pemimpin Muda Maju di Pilkada Serentak 2020

Sampai saat ini DPP PDI Perjuangan masih mencermati seluruh dinamika yang ada, belum mengambil keputusan. Sebelum keputusan diambil, semua kader bebas melakukan langkah-langkah politik dan menyuarakan aspirasinya.

“Tetapi yang perlu menjadi catatan bersama bahwa kita melihat Kalimantan Utara membutuhkan pembaharuan, dalam cara berpikir dan pilihan bertindak, kita butuh pemimpin yang seperti itu,” jelas Deddy.

Baca: Maju Pilgub Kaltara, Abdul Hafid-Makinun Pilih Jalur Perseorangan

Ketika ditanya soal persiapan dan kebenaran pemberitaan yang menyebutkan bahwa Norhayati Andris sedang membangun komunikasi yang intens dengan Gerindra yang akan mengusung La Tinro La Tunrung, Norhayati mengatakan bahwa dirinya sudah pernah bertemu beliau.

“Sebagai persiapan, komunikasi politik akan terus kita bangun bukan hanya ke Gerindra saja tapi termasuk ke partai-partai lain, tetapi pada intinya semua keputusan tergantung dari partai, saya sebagai kader siap saja jika partai menugaskan,” tutupnya. (gi/*)

Leave a Reply