Penanganan Pasien Covid-19 di Luwu Timur Terkesan Kurang Dipedulikan

ILUSTRASI

“Sudah 14 hari saya menjalani karantina mandiri. Sampai saat ini saya belum pernah diberikan asupan gizi dan vitamin C, maupun obat dari Tim Gugus atau Puskesmas,” ucap Ali, Senin (22/06/2020).

LUWU TIMUR, NEWSURBAN.ID — Ali Baba warga Desa Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur adalah salah satu pasien positif terjangkit Covid-19 atau virus corona

Dirinya divonis positif covid-19 berdasarkan hasil Swab dan harus menjalani karantina mandiri hingga dinyatakan sembuh.

Selama menjalani karantina, dirinya mengaku belum pernah diberikan asupan gizi maupun vitamin C dari Tim Gugus Covid-19 Luwu Timur atau Dinas kesehatan terkait.

“Sudah 14 hari saya menjalani karantina mandiri. Sampai saat ini saya belum pernah diberikan asupan gizi dan vitamin C, maupun obat dari Tim Gugus atau Puskesmas,” ucap Ali, Senin (22/06/2020).

Baca juga: Tembus 200 Positif Covid-19 Luwu Timur! Setelah Wacana New Normal, Apa Langkah Selanjutnya?

Selama menjalani karantina, dirinya merasa kebingungan atas vonius dikeluarkan oleh pihak penangan covid-19 di Luwu Timur.

“Saya bingung apakah saya ini sakit atau tidak. Sementara saya merasa biasa-biasa saja dan tidak ada gejala-gejala yang saya rasakan. Kalau saya memang sakit, kenapa pihak terkait tidak melakukan tindakan khusus kepada saya,” ujarnya .

“Minimal saya diberikan obat atau vitamin, agar proses penyembuhan cepat selesai,” lanjut Ali dengan nada kesal.

Baca juga; Dana Rp35 Miliar Cegah Corona, Angka Positif Kian Bertambah di Luwu Timur

Ditanya apakah pernah melaporkan hal tersebut kepada pihak terkait, ia mengatakan sudah pernah melaporkan ini, malah pihak terkait terkesan kurang respon.

“Pernah saya meminta vitamin ke pihak Puskesmas. Katanya, vitamin yang ada di Puskesmas hanya dosis rendah dan tidak sesuai dengan umur saya. Malah dia menyarankan saya mengambil vitamin dosis tinggi di Rumah sakit wotu,” kata Ali kembali meniru perkatannya.

Baca juga: Rapid Test Massal, TGTPP Luwu Timur Terkesan Lakukan Pembohongan Publik

Bahkan, lanjut dia lagi, pihak Puskesmas kembali menyarankan bisa menkonsumsi vitamin dosis rendah, dengan catatan sekali konsumsi 10 tablet.

“Nah, dari saran itu saya bilang tidak jadi masalah yang penting saya bisa sembuh, tetapi sampai hari ini vitamin itu belum juga diberikan ke saya,” terangnya.

Ali mengaku selama dikarantina mandiri di rumahnya, sembako yang diberikan kepada Pemerintah daerah belum ini juga sudah mulai habis.

Baca juga: Dinsos Kesulitan Distribusi Sembako Karena Menunggu Data Dinkes Luwu Timur

Tidak hanya itu, pihak medis Puskesmas juga menyatakan kalau anaknya berumur 7 tahun dinyatakan positif berdasarkan hasil rapid test.

“Hingga anak saya dinyatakan positif, pihak medis dari Puskesmas juga tidak memberikan tindakan sama sekali,” kataya.

Ali meminta kepada ketua tim Gugus Luwu Timur (Hulser, red) untuk memperjelas kondisinya. Agar dapat melakukan aktvitas seperti biasanya.