Warga Minta Polisi Selidiki Proyek Jalan Tani Area HL di Luwu Timur

Papan kegiatan Pembangunan jalan tani di Desa Batu Putih, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan dikabarkan masuk dalam kawasan hutan lindung (HL).

Jalan tani masuk area HL tersebut telah menelan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020 sebesar Rp 320 juta, sebagaimana tertera dalam papan proyek yang berada di lokasi kegiatan.

LUWU TIMUR, NEWSURBAN.ID — Pembangunan jalan tani di Desa Batu Putih, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan dikabarkan masuk dalam kawasan hutan lindung (HL).

Jalan tani masuk area HL tersebut telah menelan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020 sebesar Rp 320 juta, sebagaimana tertera dalam papan proyek yang berada di lokasi kegiatan.

“Saya dapat informasi pembangunan jalan tadi itu masih berstatus area masuk dalam kawasan hutan lindung,” bebernya warga ini yang enggan di publis namanya.

Selain itu, kata dia, disekitar proyek terdapat pula sumber air sehingga dikhawatirkan akan terjadi pencemaran.

Olehnya itu, lanjutnya, minta pihak kepolisian maupun Dinas terkait yang menangani hal ini untuk turun melakukan penyelidikan.

“Saya minta pihak kepolisian dan dinas terkait untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut area tesebut,” tandasnya.

Sementara, Kades Batu Putih, Abidin saat dihubungi melalui telepon genggamnya membantah, jika lokasi itu tidak masuk dalam kawasan HL.

“Tidak benar itu, status HL lokasi ini sudah dilepaskan oleh kehutanan, dan bahkan saat ini kami sedang bekerja sama dengan Dinas Kehutanan dalam kegiatan pelestarian hutan,” tepisnya, Selasa (23/06/2020).

Menurutnya, dalam kegiatan ini Dinas Kehutanan memberikan bantuan bibit berupa jengkol dan lain-lain yang akan ditanam di hutan seluas 300 hektar.

“Nah, kalau memang lokasi ini masuk dalam kawasan kenapa Dinas Kehutanan tidak menghentikan dari awal,” tandasnya.

Pembangunan jalan tani tersebut dilaksanakan langsung oleh warga setempat. “Rencananya pekerjaan ini sepanjang 6 kilo meter, dan kemungkinan yang sudah dikerja saat ini sudah sekitar 4 kilo meter dengan menggunakan excavator,” terangnya.

Bahkan kata Abidin, Bupati Luwu Timur (Husler-red) sempat berkunjung kemarin, kebetulan ada pertemuan silaturahminya dengan masyarakat.

Dalam kunjungan itu sembari meninjau lokasi proyek ini, Pak Bupati sempat menyebut kalau area ini sudah dibebaskan.

“Jadi tidak benar, kalau lokasi ini masuk dalam kawasan hutan lindung. Statusnya sudah dibebaskan,” kuncinya. (*)

Leave a Reply