25 Pegawai UNHAS Positif Covid-19 Tanpa Gejala

Sebanyak 25 pegawai Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, Sulawesi Selatan, dinyatakan positif terjangkit COVID-19.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Puluhan kasus tersebut ditemukan setelah dilakukan pemeriksaan swab kepada seluruh pegawai.

“Sebanyak 25 pegawai ditemukan positif terinfeksi Covid-19 walaupun sampai saat ini belum ada gejala klinis baik ringan maupun berat,” kata Ketua Tim Satgas Covid-19 Unhas, Prof Budu, di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 24 Juni 2020.

Puluhan pegawai Unhas itu dinyatakan positif virus korona setelah melakukan rapid tes massal kepada sebanyak 2.000 pegawainya pada 16-17 Juni 2020. Dari hasil pemeriksaan terhadap seluruh pegawai itu Unhas menemukan 37 reaktif covid-19.

“Langkah tersebut diambil menindaklanjuti laporan bahwa 4 pegawai ditemukan positif terinfeksi,” jelasnya.

Baca:
Tiga Pegawai Kampus Unhas Makassar 
Positif Corona

Guru Besar Fakultas Kedokteran UNHAS Positif 
COVID-19, Diumumkan Terbuka Patut Dicontoh

Bertambah 154, Total Positif 
COVID-19 di Sulsel Sudah 4.062

Sesuai standar pencegahan penularan virus korona, seluruh pegawai ini kemudian melakukan karantina mandiri dan melakukan test swab (PCR) untuk memastikan bahwa mereka terinfeksi covid-19.

Pada Selasa, 23 Juni 2020, Unhas menerima hasil pemeriksaan swab (PCR) terhadap 37 pegawai yang reaktif itu. Hasilnya sebanyak 25 pegawai ditemukan positif terinfeksi covid-19. Tapi kondisi saat ini tidak menunjukkan adanya gejala.

Budu juga menjelaskan bahwa langkah melakukan screening (pemeriksaan) terhadap seluruh pegawai Unhas ini merupakan langkah yang sangat strategis. Dengan melakukan pemeriksaan ini, Unhas berkomitmen total dalam upaya memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

“Seluruh pegawai yang dinyatakan positif tersebut kondisinya dalam keadaan sehat, tidak ada gejala sakit apapun yang kita temui. Coba bayangkan kalau kita tidak melakukan pemeriksaan massal. Mereka ini tentu bisa menjadi sumber penularan bagi ribuan pegawai lainnya. Sekarang kita segera memutus rantai sebaran,” ujarnya.

Sementara Rektor Unhas, Dwia Aries Tina Pulubuhu, menjelaskan masyarakat harusnya memiliki cara pandang baru terhadap covid-19. Virus ini memang menyebar dan berada di sekitar, tetapi ini bukan hal memalukan. Siapa saja, tanpa kenal strata sosial, berpotensi terpapar.

“Covid-19 bukan aib. Ini bukan hal memalukan. Jangan takut memeriksakan diri, dan jangan malu jika terkena. Unhas memilih langkah ini untuk memberikan contoh, sambil menyiapkan protokol untuk tindak lanjut. Jika kita menemukan ada yang positif, protokol pencegahan akan segera bekerja,” ujar Dwia. (mc/*)