Proyeksi IMF: Ekonomi Dunia Minus 4,9 Persen, China Potensi Tumbuh 1%

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva.

Dunia benar-benar krisis hebat. IMF memproyeksi ekonomi global tahun ini minus 4,9%. Hanya China yang berpotensi tumbuh 1% dan melesat hingga 8,2% tahun depan.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) tak hanya menginfeksi manusia tetapi juga menjangkiti perekonomian dunia. Seluruh negara di dunia mengalami krisis. Diperkirakan hingga akhir tahun ini.

Dana Moneter Internasional atau IMF (International Moneter Fund) memperkirakan ekonomi global tahun ini akan mengalami kontraksi hingga 4,9%.

Proyeksi penuruman itu, jauh lebih dalam dibandingkan perkiraan pada April lalu yang sebesar minus 1,9 persen.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva dalam keterangannya, Kamis (25/6) mengatakan, proyeksi perekonomian negara maju minus 8 persen dan negara berkembang minus 3 persen.

“Perekonomian Amerika Serikat (AS) diperkirakan hingga minus 8 persen, Italia dan Spanyol diperkirakan masing-masing pertumbuhannya negatif hingga 12,8 persen. Jepang juga diperkirakan minus 5,8 persen dan Inggris minus 10,2 persen,” kata Georgieve.

Baca: Menkeu Sebut Corona 2 Kali Lipat Lebih Kacau dari Krisis 2008

Untuk negara berkembang, kata dia, hanya China yang perekonomiannya diperkirakan masih positif sebesar 1 persen di tahun ini. “Meskipun ini jauh melambat dibandingkan realisasi pertumbuhan ekonomi China di 2019 yang mencapai 6,1 persen,” ungkapnya.

Megara berkembang lainnya seperti India diperkirakan minus 4,5 persen.

Indonesia yang masuk kategori ASEAN-5, bersama Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam, diperkirakan juga minus hingga 2 persen.

Baca: Menkeu: 89 Juta Masyarakat Bakal Mendapat Bantuan Tunai

Georgieve mengatakan, resesi global tersebut telah merugikan dunia hingga lebih dari USD12 triliun selama 2020-2021. Adapun 10 persennya atau USD1,2 triliun berasal dari Amerika Latin.

“Ini benar-benar krisis global, hampir 95 persen negara diproyeksikan menghadapi pertumbuhan pendapatan per kapita negatif pada 2020,” kata Georgieve.

Dia juga mengatakan, pada saat yang sama, kebijakan moneter dan fiskal di seluruh negara dinilai semakin kuat dan efektif mencegah kerugian global dan angka pengangguran.

Baca: Ekonomi RI Melorot, Proyeksi Kuartal II Minus 3,8 Persen

Kebijakan fiskal yang telah dikeluarkan saat ini mencapai USD10,7 triliun dan kebijakan moneter mencapai lebih dari USD6 triliun. “Respons yang tiada duanya terhadap krisis,” jelasnya.

Georgieve, memperkirakan pemulihan ekonomi mulai terlihat di 2021, dengan proyeksi pertumbuhan global kembali positif mencapai 5,4 persen. Begitu juga dengan negara maju yang diperkirakan tumbuh 4,8 persen dan negara berkembang tumbuh 5,9 persen.

Baca: RI Jadi Anggota Dewan Ekonomi dan Sosial PBB

Sementara itu, AS diperkirakan tumbuh 4,5 persen di 2021, Eropa 6 persen, Italia dan Spanyol tumbuh 6,3 persen. Sementara Jepang diproyeksi tumbuh 2,4 persen, Inggris 6,3 persen, dan Kanada 4,9 persen.

China diperkirakan tumbuh melesat 8,2 persen di 2021. India tumbuh 6 persen dan ASEAN-5 tumbuh 6,2 persen.

Dia mengakui, ada beberapa tanda pemulihan, tapi akan bersifat parsial dan tidak merata di seluruh sektor, negara, dan kawasan.

“Sementara 75 persen negara kembali dibuka, kita belum keluar dari ‘hutan’. Kita sedang belajar bagaimana memulihkan diri, sementara saat ini masih kekurangan terobosan ilmiah berupa vaksin yang dapat diandalkan,” jelasnya. (#)

2 thoughts on “Proyeksi IMF: Ekonomi Dunia Minus 4,9 Persen, China Potensi Tumbuh 1%

  1. Pingback: Indonesia Naik Peringkat ke Upper Middle Income Country | Newsurban

  2. Pingback: Defisit Fiskal Melebar, Pemerintah Ubah Postur APBN | Newsurban

Leave a Reply