8 Rumah Hancur Akibat Longsor di Jalan Trans Sulawesi Palopo-Toraja

Lokasi longsor di jalan Trans Sulawesi Palopo–Toraja di Km 24 Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo,

Warga yang bermukim di sekitar lokasi longsor diungsikan, hingga pemerintah membuat posko dan dapur umum. 

PALOPO, NEWSURBAN.ID — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palopo menyebutkan akibat longsor di jalan Trans Sulawesi Palopo–Toraja di Km 24 Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, sebanyak 8 unit rumah tersapu material longsor.

“Sebanyak 8 unit rumah tersapu material longsor, sementar untuk korban jiwa tidak ada,” kata Antonius Dengen, Kepala BPBD Kota Palopo, saat dikonfirmasi, Minggu (28/06/2020).

Menurut Antonius, material longsor yang menumpuk berasal dari longsoran atas di Kilometer 23 dan turun ke kilometer 21 dan menumpuk bahkan ada sebahagian yang mulai bergerak turun.

“Material di kilmeter 21 yang menumpuk di jalan itu dari atas walaupun di situ juga ada longsor, dan sore ini sudah bisa tembus setelah dibersihkan meski belum bisa dilalui kendaraan,” ucap Antonius.

Baca juga: Jalan Trans Sulawesi Palopo-Tana Toraja Terputus Akibat Longsor

Kondisi di lokasi arus lalulintas dari kedua arah sudah dialihkan, sejumlah warga yang terjebak kendaraan roda duanya memilih mencari jalan alternatif untuk bisa keluar dari area longsor dengan dibantu warga memindahkannya.

View this post on Instagram

PALOPO, NEWSURBAN.ID — Jalan Trans Sulawesi Palopo – Tana Toraja di Km 24 Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, terputus. Jalan tersebut terputus diakibatkan tanah longsor pada Jumat (26/6/2020), sekitar pukul 16:00 Wita tadi. Dalam video yang beredar sejumlah warga sempat mengambil momen detik-detik jalan yang longsor yang menghubungkan Palopo-Toraja Utara ini. Bahkan, di video terlihat rumah terbawa longsor dan sejumlah warga terdengar histeris. Kepala BPBD Palopo, Anthonius Dengen membenarkan terputusnya jalan. Ia mengatakan kejadian itu baru-baru terjadi. “Iya, baru-baru kejadiannya, jalan ini longsor sehingga memutus jalur Palopo-Torut,” kata Anthonius. Untuk saat ini, kata dia, Tim BPBD Kota Palopo menerima laporan dari warga setempat, langsung meluncur ke lokasi kejadian. “Saat ini anggota sudah menuju ke lokasi kejadian atas laporan masyarakat setempat,” ucap Anthonius (*)

A post shared by Newsurban.id (@newsurban2020) on

Terputusnya jalan trans sulawesi ini membuat 25 kendaraan terjebak dan masih berada di lokasi.

“Barusan kami ke dalam ada kendaraan bus sebanyak 4 unit, truk angkutan tabung gas Elpiji sebanyak 3 unit, kendaraan pick up yang membawa ternak ada 5 unit, roda empat, truk roda enam sebanyak 3, kendaraan bus ada 4 unit, minibus 7 unit, sementara kendaraan roda dua sudah tidak ada,” ujar Abdi.

Tim Gabungan Bangun Posko dan dapur Umum.

BPBD, TNI, Tagana dan Kepolisian Polres Palopo membangun posko pengungsian dan dapur umum bagi warga korban bencana tanah longsor.

Warga korban longsor mengungsi ke rumah keluarga dan kerabat yang masih berada di daerah Battang Barat.

Posko yang dibuat tersebar di beberapa tempat untuk memudahkan warga baik yang berada di tenda maupun pondok-pondok warga. Sementara bantuan berupa logistik mulai berdatangan dari sejumlah pihak.

Warga yang menjadi korban dan mengisi dapur umum untuk memenuhi kebutuhannya serta untuk kebutuhan warga pengguna jalan yang terjebak.

 

“Setelah kejadian longsor Jumat (26/06/2020) kemarin warga dan keluarga terpisah pisah, ada yang ke Toraja Utara ada yang tinggal disini,” tutur Muliati.

Muliati menuturkan sejak berdiri posko, kebutuhan sembako mulai masuk namun masih kurang.

“Yang kami butuhkan saat ini adalah sembako karena jalan sudah putus kami tidak bisa berdaya lagi, usaha kami habis,”jelas muliati.

Longsor yang terjadi di kilometee 23 Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo sudah terjadi sejak beberapa pekan lalu dan puncaknya pada Jumat (26/06/2020) sore.

Leave a Reply