Pj Walikota Makassar Akan Terapkan Wajib SK Tanda Bebas COVID-19

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah memberi arahan terkait penanganan COVID-19 kepada Penjabat Walikota Makassar Rudy Djamaluddin.

Untuk menekan penyebaran Virus Corona Penjabat (Pj) Walikota Makassar Rudy Djamaluddin menerapkan aturan surat keterangan tanda bebas COVID -19.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin, mengeluarkan kebijakan tegas untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang kian meninggi. Bagi warga yang keluar masuk Kota Makassar diwajibkan mengantongi surat keterangan (SK) tanda bebas Covid-19.

Penerapan wajib SK tanda bebas Covid-19 diputuskan dalam rapat koordinasi dengan jajaran Forkopimda Makassar, OPD dan seluruh camat di Posko Induk Covid 19, Jl Nikel Raya, Sabtu (27/6). Aturan tersebut akan diatur dalam surat keputusan (SK) Wali Kota Makassar.

Menurut Rudy, SK bebas Covid-19 ini bertujuan untuk menekan penyebaran virus Covid-19. Sehingga siapa pun yang masuk di Makassar harus memiliki surat keterangan bebas virus asal Wuhan, China itu.

“Kita tidak pernah tahu misalnya ada yang ke Maros, dari Maros dia tidak mematuhi aturan protokol kesehatan entah terpapar di mana dan kembali ke Makassar membawa virus tanpa ada tanda-tanda. Nah, itu yang kita waspadai,” katanya, Sabtu (27/6).

Baca:

146 Kasus Baru, Positif COVID-19 
di Sulsel Menjadi 4.615

Polda Sulsel Patroli Penerapan 
Protokol Kesehatan

Usai Dilantik, Rudy Berkomitmen Selesaikan 
Covid-19 di Makassar Secepatnya

Dia mengungkap, dirinya sementara membentuk tim percepatan yang bermuara pada tiga konsep, yakni kepatuhan, kejujuran, dan saling pegang tangan untuk menyadarkan masyarakat.

Menurut Rudy, tiga unsur ini, sangat penting karena jumlah pasien positif Covid-19 terus bertambah. Salah satu penyebabnya adalah ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan dan tidak jujurnya saat sedang merasakan gejala.

Dia juga meminta, camat dan lurah agar lebih massif berkomunikasi dengan RT/RW untuk selalu memantau warganya. “Dengan pendekatan persuasif seperti ini akan lebih cepat menekan angka penyebaran virus di Kota Makassar,” pungkas Rudy. (#)