Intervensi Stunting, Pemkab Nunukan Siapkan Dua Aksi Terpadu

Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Serfianus.

Penurunan angka stunting di Kabupaten Nunukan tahun ini masih on target 22%. Melalui dua program terpadu, tahun depan Pemkab Nunukan menargetkan lebih tinggi dari target tahun ini.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID – Bupati Nunukan melalui Sekretaris Daerah Serfianus mengatakan, hasil rembuk bersama instansi terkait disepakati 2021 target penurunan di atas 22 persen.

Percepatan penurunan stunting dilakukan melalui dua pendekatan. “Ada dua pendekatan yang akan kita lakukan untuk mengatasi permasalahan stunting,” ungkapnya usai rembuk stanting melalui video conference dengan instansi terkait, Selasa 30 Juni 2020.

Pertama, sebut Serfianus, mempersiapkan  program stuting terpadu melibatkan beberapa OPD terkait. Kedua, menyiapkan skema dana desa untuk mengatasi stuting diseluruh tingkatan desa.

Baca:

BKKBN-DP3AP2KB Nunukan Fokuskan 
Sejuta Akseptor KB di 18 Faskes

SOA Barang, Distribusi Logistik 
Happy Terbang Rute Nunukan-Krayan

Pemkab Nunukan Gelar Dialog 
Spesial Empat Tahun Kepemimpinan 
Asmin Laura-Faridil Murad

Investasi di Nunukan, 
Semua Izinnya di Ujung Jari

“Ini merupakan tanggungjawab bersama, karena stunting tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan badan anak, makanya kita harus dapat bersinergi, guna menghasilkan solusi-solusi yang konkrit dalam mengatasi masalah stunting,’’ pungkasnya.

Menurut laporan Dinas kesehatan yang bersumber dari hitungan Aplikasi Percepatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e- PPGM) Nunukan angka stunting balita di tahun 2018 sebesar 27 persen, kemudian tahun 2019 mengalami penurunan sebesar 25 persen dan ditahun 2020 on proses dengan presentase penurunan sebesar 22 persen. (ar)

Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Serfianus (tengah) bersama beberapa pimpinan organisasi perangkat daerah melakukan rembuk stanting di Kantor Bupati Nunukan, Selasa 30 Juni 2020.

Leave a Reply