Sudah Ditutup, Aktivitas Tambang Emas Ilegal Dongi Dongi Berlanjut Lagi

Penambangan emas secara ilegal di Kawasan Taman Nasional Lore Lindu, Dongi Dongi, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah yang sudah ditutup kini aktif lagi.

Aktivitas tambang ilegal Dongi Dongi dalam kawasan Taman Nasional Lore Lindu, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah masih berlanjut. Padahal tambang itu sudah ditutup pada 2019.

POSO, NEWSURBAN.ID – Kepala Balai Besar Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) Jusman mengatakan, aktivitas di lokasi tambang emas ilegal Dongi-Dongi, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, hingga sekarang masih jalan.

Dia memgaku, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya agar tidak ada lagi kegiatan menambang. “Akan tetapi, ternyata masih saja ada yang menambang di sana,” kata Jusman di Kota Palu, Selasa (30/6).

Karena itu, Jusman mengatakan, pihaknya terus mencari solusi yang tepat untuk menghentikan kegiatan penambangan di lokasi tersebut.

Menurut dia, sebenarnya lokasi eks penambangan emas ilegal di Dongi-Dongi sudah ditutup sejak beberapa tahun lalu. Bahkan, sampai sekarang ini lokasi itu dijaga petugas, baik dari aparat keamanan maupun petugas polhut dari Balai Besar TNLL.

Namun, lanjut Jusman, pada kenyataannya masih ada oknum masyarakat yang melakukan kegiatan tersebut.

Jusman menegaskan, aparat sudah bekerja sesuai dengan tanggung jawab mereka, terbukti sudah ada 17 penambang yang ditangkap petugas, kemudian diproses hukum. Penambang ilegal itu diseret ke pengadilan sebagai bentuk dari penindakan karena terbukti masih melakukan penambangan di lokasi yang sudah ditutup tersebut.

Baca:
Revisi UU Minerba, Izin Smelter 
Bakal Dipisah

Pacu Investasi, Pemerintah Satukan 
72 UU Perizinan Usaha

Terbilang Singkat! DPR Akhirnya 
Sahkan RUU Minerba jadi Undang-Undang

Menurut Jusman, dari beberapa perkara yang sudah disidangkan, ada di antaranya yang dijatuhi hukuman sampai tiga tahun.

Penindakan kata dia, tetap akan dilakukan bagi siapa saja yang terbukti melalukan aktivitas di kawasan konservasi TNLL.

Diketahui lokasi penambangan emas ilegal di Dong-Dongi berada di areal seluas 15 hektare. Sejak ditutup beberapa tahun lalu, lokasi itu sudah ditanami kembali berbagai jenis pohon dalam rangka penghijauan hutan dan menjaga alam yang ada sebagai habitat berbagai jenis satwa, termasuk satwa yang selama ini dilindungi.

Dia berharap masyarakat lokal di kawasan tersebut bersama-sama menjaga dengan tidak turut serta melakukan penambangan. “Mari kita dengan kesadaran yang tinggi menjaga dan melestarikan hutan dan alam yang ada, termasuk di lokasi eks penambangan ilegal Dongi-Dongi agar tidak menimbulkan bencana di kemudian hari,” katanya.

Jusman mengingatkan, bencana alam bukan hanya karena curah hujan yang tinggi, melainkan juga karena ulah manusia yang tidak berlaku ramah terhadap hutan dan alam. Jika bencana alam terjadi, lanjut Jusman, yang rugi adalah masyarakat karena warga di sekitarnya bisa terdampak bencana dan juga orang lain. (#)

One thought on “Sudah Ditutup, Aktivitas Tambang Emas Ilegal Dongi Dongi Berlanjut Lagi

  1. Pingback: 1 Juli, Iuran BPJS Kesehatan Kelas Tertentu Naik | Newsurban

Leave a Reply