Ditengah Pandemi, Ombudsman Terima 1.604 Aduan Penanganan Covid-19

Kantor Ombudsman (int)

Dari 1.604 aduan, sebanyak 1.330 laporan di antaranya berasal dari keluhan warga terkait bantuan sosial (bansos).

JAKARTA, NEWSURBAN.ID — Ditengah Pandemi corona Ombudsman RI menerima 1.604 aduan dalam rentang waktu waktu dua bulan, mulai 29 April 2020 hingga 30 Juni 2020, melalui osko Pengaduan terkait penanganan corona.

Dari 1.604 aduan, sebanyak 1.330 laporan di antaranya berasal dari keluhan warga terkait bantuan sosial (bansos).

“Lantas apa saja yang paling banyak dilaporkan? Sebanyak 83 persen aduan yang masuk ke posko ini adalah tentang bantuan sosial,” ujar Wakil Ketua Ombudsman RI, Lely Pelitasari Soebekty, dalam acara ngopi bareng Ombudsman, Rabu (1/7/2020).

Baca juga: Gubernur Sulsel Kecewa Penanganan Covid-19 di Makassar

Anggota Ombudsman RI, Ahmad Su’adi, menambahkan, rata-rata masyarakat mengeluhkan sulitnya prosedur dan persyaratan yang diwajibkan bagi calon penerima bansos.

Namun, kata Ahmad, hal itu sudah dibantah Kemensos dan Kemendes. Menurut pemerintah, pihaknya telah menjelaskan secara gamblang soal prosedur yang dibutuhkan untuk mendapatkan bansos.

“Soal prosedur dan persyaratan, meskipun saat kami ketemu Kemensos dan Kemendes mereka sudah jelaskan detail, tapi masyarakat masih belum paham, karena masih ada 26 persen masyarakat menyatakan mereka belum memahami betul prosedurnya,” ucap Ahmad.

Baca juga: Ngeri, Kasus Positif Covid-19 di Luwu Timur Tembus 554 Orang

“Ketika COVID itu datang, banyak tambahan dari orang miskin dan orang yang hilang pekerjaannya, makanya kami berdiskusi ke kemensos dan kemendes kapan pendataan itu berjalan. Makanya pemerintah buat kebijakan maka pendataan dilakukan dari tingkat RT RW dan kelurahan,” kata Ahmad.

Selain soal bansos, dari data yang dipaparkan Lely, sektor ekonomi dan keuangan (176 aduan, 11 persen) menjadi poin kedua yang paling banyak dilaporkan. Diikuti sektor transportasi dengan 52 pengaduan (3 persen), layanan kesehatan 38 pengaduan (2 persen) dan sektor keamanan 8 pengaduan (1 persen).

Baca juga: Djusman Desak Polda Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Bansos Makassar

Dalam paparan itu, Ombudsman juga membeberkan 10 daerah dengan tingkat pengaduan terbanyak terkait COVID-19, yakni Banten (207 aduan), Sumatera Barat (157 aduan), Kepulauan Bangka Belitung (138 aduan), Jawa Tengah (96 aduan), Jawa Timur (94 aduan), Pusat (88 aduan), Jakarta Raya (86 aduan), Jawa Barat (84 aduan), Kalimantan Selatan (83 aduan), dan Sumatera utara (81 aduan).

Sementara 5 instansi dengan persentase pengaduan terbanyak ialah Dinas Sosial (78,45 persen), OJK (4,33 persen), PLN (2,07), Bank (1,44 persen), serta sarana perhubungan (0,82 persen).

One thought on “Ditengah Pandemi, Ombudsman Terima 1.604 Aduan Penanganan Covid-19

  1. Pingback: Mayoritas Masyarakat Tidak Puas Kinerja Pemerintah Tangani COVID-19 | Newsurban

Leave a Reply