Dukcapil Imbau Warga Lengkapi Dokumen Kependudukan, Tidak Hanya Saat Dibutuhkan

Warga Kota Palu mengurus dokumen kependudukan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Palu. (ist-humas kota palu)

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Palu meminta masyarakat mengurus seluruh dokumen kependudukan sebelum dibutuhkan terutama akta kelahiran. Pengurusannya selalu dimudahkan.

PALU, NEWSURBAN.ID – Kepala Dinas Dukcapil Kota Palu Rosida Talib mengatakan, pihaknya terus membuat terobosan untuk memudahkan masyarakat melengkapi atau mengurus dokumen kependudukan.

Dia mengaku dokumen akta kelahiran yang dulu menggunakan sistem manual banyak yang sudah lapuk dimakan rayap. Padahal akta kelahiran merupakan salah satu syarat untuk mengurus dokumen kependudukan.

Karena itu, pihak Dukcapil terus mencari solusi agar syarat itu bisa terpenuhi. Kasus tanpa akta ini diketahui setelah seorang warga ingin mengurus dokumen kependudukan sebagai haknya, ternyata setelah dicek data akta kelahirannya sudah tidak ditemukan.

“Karena setelah kita buka item data dari yang bersangkutan, ternyata tidak punya akta,” ujar Rosida Talib saat ditemui Rabu, 1 Juli 2020.

Baca:

Bung Karno Berdiri di Monumen 
Mutiara Bangsa GOR Kota Palu

Kota Palu Masuk 10 Besar Nominasi 
PPD 2020, Ini Yang Dilakukan

Walikota Resmikan Pasar Seni 
di Hutan Kota Bukit Kaombona

Bangkitkan Wisata Alam Melalui 
"Salena The Green Peak of Palu City"

Bangkitkan UMKM, Walikota 
Hidayat Tambah Anggaran Rp10 M

Menurut Kadis, memang sebelumnya tidak ada data base khusus untuk akta kelahiran, sehingga hanya masyarakat yang menyimpan.

“Sama-sama kita ketahui dulu kalau di perkantoran misalnya masih ada arsipnya, bagus. Tapi kalau sudah dimakan rayap dan lainnya, nah ini permasalahannya,” ungkapnya.

Karena itu, kata dia, dengan teknologi yang semakin mendukung saat ini pihaknya menggunakan komputerisasi agar data base akta kelahiran bisa disimpan.

Ia menjelaskan, di dalam data base Dukcapil kota Palu pada tahun 2018 cakupan akta kelahiran masih 61 persen dan melonjak menjadi 79,27 persen sampai dengan Juni 2020 sejak sistem teknologi komputerisasi mulai diterapkan.

Rosida berkomitmen pihaknya, tidak akan menyulitkan masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan terutama akta kelahiran.

“Misalnya ada anak yang baru lahir, yang kita minta adalah surat keterangan lahir baik dari bidan, rumah sakit, maupun lainnya. Kami tidak mempersulit,” lanjutnya.

Ia berpesan agar masyarakat segera mengurus seluruh dokumen kependudukan sebelum dibutuhkan termasuk apabila ada yang meninggal agar segera dilapor untuk diterbitkan dokumen kematiannya. (humas/yusuf)

Leave a Reply