Legislator Penjamin Pengambil Jenazah Covid-19 Dipanggil Polda Sulsel

Upacara peringatan HUT 74 Bhayangkara secara virtual dipimpin Presiden Joko Widodo secara virtual diikuti Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe, serta unsur Forkopimda Provinsi Sulsel di Markas Komando Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Rabu 1 Juli 2020. (ist)

Polda Sulsel akan memanggil Anggota DPRD Makassar penjamin pengambilan jenazah Covid-19 di RSUD Daya. Polda menganggap pengambilan jenazah tersebut menyalahi protokol penanganan Covid-19.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Oknum Anggota DPRD Makassar Fraksi PKS, yang menjaminkan dirinya untuk pengambilan jenazah Covid-19 di RSUD Daya akan dipanggil Polda Sulsel.

Pemanggilan legislator penjamin pengambilan jenazah Covid-19 di RSUD Daya Makassar disampikan langsung Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe.

“Saya pikir sudah tidak ada lagi mengambil paksa jenazah Covid. Jika ada, pasti akan kita tindak sesuai hukum yang berlaku. Sebab, sangat banyak bahaya jika diambil sendiri,” ujar Mas Guntur Laupe, Rabu, (1/7/2020) kemarin.

Baca:

Polda Sulsel Patroli 
Penerapan Protokol Kesehatan

Terima Penghargaan, 
Djusman AR Ingatkan 
LAKSUS Tetap Konsisten 
Mengawal Pemberantasan Korupsi

Polda Sulsel Akan Tindak 
Pelanggar Aturan PSBB Makassar

Djusman Desak Polda Segera 
Tetapkan Tersangka Dugaan 
Korupsi Bansos Makassar

Mas Guntur mengatakan, pemanggilan salah satu anggota dewan harus melalui beberapa proses dan mekanisme. “Pemanggilan anggota dewan ada mekanismenya. Harus ada izin dulu, setelah itu nanti kita periksa yang bersangkutan,” katanya.

Kapolda mengatakan yang bersangkutan akan diselidiki seperti apa tanggung jawabnya terkait pemanggilan jenazah Covid-19 di RSUD Daya Makassar.

“Insya Allah kita akan selidiki seperti apa tanggung jawab yang bersangkutan mengambil jenazah PDPD dengan mengatasnamakan DPRD. Saya pikir kepala RS-nya sudah ditindaklanjuti oleh gubernur dengan menonaktifan,” terangnya.

Mas Guntur menjelaskan, apa yang dilakukan Anggota DPRD Makassar tersebut sudah menyalahi protap Covid-19. “Saya kira itu tidak boleh. Kita harus mengikuti protokol kesehatan. Tak bisa seperti itu. Itu namanya bertindak sendiri,” tutupnya. (*)