Mayoritas Masyarakat Tidak Puas Kinerja Pemerintah Tangani COVID-19

Mayoritas masyarakat tidak puas dengan kinerja pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota menangani virus Corona.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID – Hasil survei Lembaga Kajian Strategis dan Pembangunan (LKSP) pada 20-27 Mei 2020 menyebutkan, terkait penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah, sebanyak 74,65% responden menyatakan tidak puas. Hanya 25,35% yang jawab puas.

“Ketidakpuasan publik terhadap kinerja pemerintah level pusat, provinsi dan kota/kabupaten di atas 50%,” ujar Juru Bicara LKSP, Hafidz Muftisany dalam paparan Rilis Survei Nasional LKSP secara daring, Kamis (2/7/2020) malam.

Hafidz menjelaskan, mayoritas alasan publik menyatakan tidak puas karena ketidaktegasan aturan, kurang koordinasi antarinstansi dan kurang terbuka dari sisi informasi.

Baca: Ditengah Pandemi, Ombudsman Terima 1.604 Aduan Penanganan Covid-19

Memurutya, fakta angka Covid-19 yang terus naik dan belum mencapai puncak kemudian dikonfirmasi oleh pernyataan terakhir Presiden Jokowi yang kecewa penanganan Covid-19 oleh kabinet memvalidasi ada permasalahan dalam pengelolaan bencana nasional ini.

“Pemerintah punya instrumen yang besar seperti status bencana nasional dan Perppu No 1 Tahun 2020 yang menjadi UU Nomor 2 Tahun 2020 seharusnya memberikan keleluasaan pemerintah untuk bergerak melakukan banyak hal. Namun, publik menangkap ada catatan dalam pengelolaan krisis ini oleh pemerintah,” kata Hafidz.

Survei itu juga memotret persentase kepuasan responden dengan kinerja pemerintah provinsi menangani Covid-19. Sebanyak 58,33 % responden menyatakan tidak puas dengan kinerja pemerintah provinsi, sedangkan yang puas hanya 41,67 %.

Baca: Jokowi Singgung Resufle Kabinet, Pembubaran Lembaga, dan Anggaran Kesehatan

“Kepuasan didominasi mempertimbangkan semua dampak kebijakan (42,65%), melindungi semua kelompok (22,12%), menata informasi agar tidak panik (17,22%), menampung/ tindak-lanjut keluhan warga (16,08%) dan bertindak lebih cepat (1,37%),” kata Hafidz.

Adapun metode penentuan jumlah responden menggunakan Krejcie-Morgan dengan margin of error 2.183 % dan tingkat kepercayaan 95 %. Responden 2.047 warga ditentukan secara acak dan proporsional pada tiap provinsi. Respons rate dalam pelaksanaan survei online itu sebesar 131,92%. Responden mengisi daftar pertanyaan secara daring, setelah dipastikan terkontak secara individual. (*)

Leave a Reply