Salat Idul Adha di Masjid dan Lapangan Boleh, Ini Syaratnya

Ilustrasi. Umat Islam merapatkan shaf di lapangan saat Salat Idul Adha sebelum pandemi Covid-19. Di masa pandemi, salat Idul Adha boleh di masjid dan lapangan salah satu syaratnya menerapkan jarak antarjemaah paling dekat 1 meter. (dok)

Pemerintah Kota Makassar tak melarang pelaksanaan salat Idul Adha di lapangan dan di masjid, tetapi protokol kesehatan harus diterapkan sesuai surat edaran Kementerian Agama.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkot Makassar, Aswis Badwi mengatakan, masyarakat bisa saja melaksanakan salat Idul Adha dengan memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku.

“Tidak perlu melapor lagi. Kan ada Pak Camat,  Pak Lurah, dan KUA yang jaga yang bekerja sama dengan kami. Siapa siapa yang melaksanakan salat Idul Adha nanti penting patuhi protokol kesehatan,” jelas Aswis, dikutip portalmakassar.com, Sabtu, 4 Juli 2020.

Baca: Pemkot Makassar Izinkan Salat Idulfitri 1441 H di Masjid Masing-masing

Berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2020, penyelenggaraan salat Idul Adha tahun 1441H/2020 M dibolehkan untuk dilakukan di lapangan atau masjid atau ruangan, dengan berbagai persyaratan yang harus dipatuhi.

Syarat dimaksud di antaranya, menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan Salat Idul Adha, melakukan pembersihan dan disinfeksi di tempat yang akan digunakan melaksanakan Salat Idul Adha.

Baca: Pemprov Sulsel Gratiskan Rapid Tes Mulai 7 Juli

Selain itu. Membatasi jumlah pintu/jalur keluar masuk tempat pelaksanaan guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan.

Kemudian, menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/hand sanitizer di pintu/jalur masuk dan keluar.

Baca: Positif Covid-19 di Sulsel Bertambah 195 Menjadi 5.754, Sembuh 2.023

Juga menyediakan alat pengecekan suhu di pintu/jalur masuk. Jika ditemukan jamaah dengan suhu >37,5°C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), tidak diperkenankan memasuki area tempat pelaksanaan.

Pelaksanaan salat Idul Adha di lapangan dan masjid juga disyaratkan menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus minimal jarak 1 meter, mempersingkat pelaksanaan shalat dan khutbah Idul Adha tanpa mengurangi ketentuan syarat dan rukunnya cara rawan.

Baca: Mayoritas Masyarakat Tidak Puas Kinerja Pemerintah Tangani COVID-19

Tak hanya itu. Juga disyaratkan untuk tidak mewadahi sumbangan/sedekah Jemaah dengan menjalankan kotak, karena berpindah-pindah tangan terhadap penularan penyakit.

Bagi pengurus masjid, harus memberikan imbauan kepada masyarakat tentang protokol kesehatan pelaksanaan salat Idul Adha.

Baca: 2.751 Kasus Positif Covid-19, Pertaruhan Jabatan Pj Walikota Makassar

Disyaratkan juga bagi jemaah dalam kondisi sehat, membawa sajadah/alas shalat masing-masing. Menggunakan masker sejak keluar rumah dan selama berada di area tempat pelaksanaan.

Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.

Baca: Pj Walikota Makassar Akan Terapkan Wajib SK Tanda Bebas COVID-19

Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan, menjaga jarak antar jemaah minimal 1 (satu) meter.

Dan mengimbau untuk tidak mengikuti salat Idul Adha bagi anak-anak dan warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit. Serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap Covid-19. (#)

One thought on “Salat Idul Adha di Masjid dan Lapangan Boleh, Ini Syaratnya

  1. Pingback: Pemerintah Putuskan Tidak Selenggarakan Sholat Idul Adha di Masjid Istiqlal | Newsurban

Leave a Reply