Penyaluran BLT Desa Tahap I Sudah 90 Persen

Perkebunan merica (lada) milik petani di Desa Timampu Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur. Sebagian kebun tak terurus akibat harga menukik terjal. Ditambah lagi pembatasan aktivitas selama Pandemi Covid-19 di mana Luwu Timur salah satu kabupaten yang terapar parah Covid-19. (ist-masri petani lada)

Pencairan BLT Desa tahap pertama sudah mencapai sekitar 90 persen. Penyaluran cepat karena pendataan di level desa jauh lebih valid dan akurat.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID – Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan implementasi program Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa (BLT Desa) berjalan baik.

Dia menyebutkan, untuk kesehatan sebagai upaya pencegahan, dibuat Desa Tanggap Covid. “Setiap desa wajib membentuk Relawan Desa Lawan Covid untuk melakukan edukasi, sosialisasi, dan fasilitasi,” kata Halim.

Baca: PMK 50/2020 Pangkas Jalur Birokrasi Penyaluran BLT Desa

Kemudian, kebijakan penanganan ekonomi ditujukan untuk meningkatkan daya beli dan ketahanan ekonomi dengan bentuk Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dan kebijakan BLT Desa. “Program BLT Desa disinergikan dengan Kementerian Keuangan baik dari sisi regulasi maupun pelaksanaannya,” ungkap Halim.

Halim menjelaskan, BLT Desa merupakan sebuah kebijakan sementara yang lahir karena COVID-19. Alasan desa dilibatkan kata dia, karena adanya Dana Desa dan pendataan di level desa jauh lebih valid dan akurat.

Baca: KABAR GEMBIRA! Ada BLT Rp600 Ribu Per Bulan Untuk Warga Desa, Begini Syaratnya

Diketahui besaran BLT Desa di tiga bulan pertama mulai April, Mei, Juni, setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima Rp600 ribu. Kemudian tiga bulan kedua Juli, Agustus, September, setiap KPM menerima Rp300 ribu, turun separuh karena ekonomi, misalnya UMKM diperkirakan sudah mulai menggeliat.

Dia menjelaskan, pendataan BLT Desa dilakukan Relawan Desa Lawan Covid yang terdiri dari kepala desa sebagai ketua, ketua Badan Pengawas Desa sebagai wakil ketua, kemudian anggota yang terdiri dari perangkat desa, sekretaris desa, ketua RT, RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan.

“Pendataan terhadap calon KPM BLT Desa berbasis RT untuk keakuratan verifikasi di lapangan dan dilakukan oleh tiga orang untuk memastikan validitasnya. Itu pun masih difilter lagi dengan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus), lembaga permusyawaratan tingkat tertinggi di desa,” katanya.

Baca: Pemerintah dan BI Berbagi Beban Pembiayaan Penanganan Dampak Pandemi Covid-19

Dia menambahkan, apapun yang dihasilkan Musdesus itu adalah sebuah keputusan politik yang sudah merepresentasikan warga masyarakat desa, dengan catatan Musdesus dilakukan sesuai dengan ketentuan. Setelah hasil Musdesus yang berisi nama-nama calon penerima BLT Desa ditandatangani kepala desa, hasil pendataan dan musyawarah Musdesus tersebut lalu dikirim ke kabupaten untuk disinkronisasi.

“Dengan demikian, validitas dalam upaya pendataan calon penerima manfaat itu akan sangat bisa dipertanggung jawabkan,” jelasnya. (*)

One thought on “Penyaluran BLT Desa Tahap I Sudah 90 Persen

  1. Pingback: UMKM Penerima BLT Tahun Lalu Bisa Dapat Lagi | Newsurban

Leave a Reply