BNN Palopo Amankan 168,7 Gram Sabu Berasal dari Pekanbaru Riau

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palopo menggelar dalam konferensi pers, Rabu (8/7/2020).

“Modus yang digunakan yakni menyembunyikan Sabu dalam kemasan Odol atau pasta gigi, yang dikirim dari Pekanbaru Riau menuju Palopo. Jaringan ini tergolong baru di Palopo karena biasanya sabu itu berasal dari Sidrap, Parepare, dan Makassar,” kata Ustin saat dikonfirmasi dalam konferensi pers, Rabu (8/7/2020).

PALOPO, NEWSURBAN.ID —  Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palopo, Sulawesi Selatan, telah mengamankan barang haram atau sabu seberat 168,7 gram berasal dari Pekanbaru Riau, seharga Rp 100 juta.

Kepala BNN Kota Palopo, AKBP Ustin Pangarian, mengatakan dua orang tersangka diamankan masing-masing MA (30) dan HF (33). MA sendiri bertugas sebagai kurir yang menjemput paket tersebut dari JNE, sedang HF ialah pemilik paket.

“Modus yang digunakan yakni menyembunyikan Sabu dalam kemasan Odol atau pasta gigi, yang dikirim dari Pekanbaru Riau menuju Palopo. Jaringan ini tergolong baru di Palopo karena biasanya sabu itu berasal dari Sidrap, Parepare, dan Makassar,” kata Ustin saat dikonfirmasi dalam konferensi pers, Rabu (8/7/2020).

Baca juga: 5 Pengedar dan Pengguna Sabu Dibekuk Belakang Kantor Syahbandar Palopo

Setelah mengamankan MA, petugas BNN bergerak menuju rumah pemilik barang, namun saat akan diamankan, HF mencoba kabur higga dilakukan pengejaran.

“Dia melompat dari lantai dua rumahnya sehingga mengalamipatah tulang kaki, namun ia masih berupaya kabur untuk menghindari kejaran polisi dan melompat ke dalam Sumur,” ucap Ustin.

Menurut Ustin, pelaku akan mengedarkan Sabu di sejumlah daerah yakni Luwu, Palopo, Luwu Utara, Toraja dan Luwu Timur, dengan harga satu gram Sabu sebesar Rp 3 juta. Harga tersebut disaat pandemi Covid-19 dan diterapkannya PSBB yang diterapkan di beberapa daerah sehingga harga Sabu naik karena peredarannya cukup susah masuk ke Palopo.

Baca juga: Di Palopo Marak Peredaran Narkoba, Polisi Kembali Amankan 2 Pelaku

“Jadi kalau dirupiahkan, sabu itu akan terjual sekitar Rp 500 juta, dan saat ini kami sedang mengejar salah seorang pelaku yang telah ditetapkan sebagai DPO,” ujar Ustin.

Dari tangan kedua pelaku, petugas menyita barang bukti berupa Sabu kristal bening seberat 168,7 gram, petugas juga menyita kemasan pasta gigi yang menjadi wadah penyeludupan serta mengamankan uang tunai sebesar Rp 7 juta yang diduga merupakan hasil bisnis barang haram itu.

“Akibat perbuatannya, MA dijerat pasal 114 ayat 2 sub Pasal 112 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1.
sedang HF dijerat Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1 UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, keduanya, terancam hukuman maksimal 20 tahun kurungan penjara,” jelas Ustin

Leave a Reply