Tim Gabungan Akan Jaga Ketat Sembilan Pintu Keluar – Masuk Kota Makassar

Pemerintah Kota Makassar menerjunkan ratusan personel gabungan, baik dari Satpol PP, Dinas Perhubungan dan TNI/Polri untuk menjaga pintu keluar dan masuk Kota Makassar.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Sosialisasi dan uji coba pembatasan keluar-masuk orang masuk kota Makassar akan berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis (9/7).

Pembatasan keluar-masuk orang merupakan bagian dari penerapan Perwali Nomor 36 Tahun 2020 tentang Percepatan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang baru saja disahkan pihak Pemkot Makassar.

Baca: Kasus Positif Covid-19 di Sulsel Bertambah 218 Menjadi 6.192 

Implementasi perwali tersebut mulai berlaku resmi pada Minggu 12 Juli 2020. Dalam sosialisasi itu nantinya para pengendara yang hendak melintas di sembilan pintu keluar dan masuk kota Makassar akan diberikan pemahaman tentang kewajiban membawa Surat Keterangan (Suket) bebas Covid-19.

Kepala Dishub Kota Makassar, Mario Said menyebut pihaknya telah menyiapkan personelnya hingga 300 orang untuk berjaga di setiap perbatasan.

“Mungkin sampai 300-an, ini kan kita juga liat tugas-tugas lain, nanti kita sesuaikan dengan berapa posko yang membutuhkan personel,” Kata Mario kepada wartawan Rabu (8/7).

Baca: Gugus Tugas Jeneponto Evaluasi Penanganan dan Bahas Perbup Wajib Masker

Mario mengatakan, pihaknya melalui gugus tugas belum memberlakukan sanksi berupa larangan masuk atau keluar bagi pengendara yang belum mendapat Suket Covid-19.

“Ini baru sosialisasi jadi belum ada larangan. Tapi kita sampaikan agar nanti hari Minggu itu sudah dilakukan penerapan. Kita juga atur nanti jumlah porsonel yang ada, pemeriksaan kan 24 jam belum lagi pelaksanaan tugas yang lain jadi kita cover, kita akan atur anggota sedemikian rupa,” tambahnya.

Baca: Delapan Aksi Gugus Tugas Nunukan Ampuh Menekan Penularan Covid-19

Adapun masalah tekhnisnya nanti, Mario mengatakan akan dikoordinasikan lagi dengan pihak terkait termasuk pihak kepolisian. Apalagi ada potens terjadinya kemacetan atau penumpukan kendaraan di perbatasan.

Penjagaan termasuk, jalan-jalan tikus yang bisa saja dipakai pengendara roda dua (motor) untuk lolos dari pemeriksaan Tim Gugus Covid-19 Makassar.

“Itu coba diatur dengan kepolisian, yang pasti macetlah, kemarin saja pemeriksaan suhu di atas mobil macet di atas motor macet, apalagi kita akan memeriksa dokumen-dokumen pasti macet kita coba cari strategi,” ungkapnya.

Baca: DPRD Sulsel Dukung Penuh Langkah Cepat Penanganan Covid-19 di Makassar

Koordinasi dengan pemerintah Kabupaten Gowa dan Maros sebagai kabupaten yang berbatasan langsung dengan Makassar disebut Mario telah dilakukan demi kelancaran penerapan perwali yang baru ini.

“Kalau saya tidak salah sudah dilakukan komunikasi. Sosialisasinya harus intens, sebenarnya wacana ini banyak orang daerah bertanya-tanya kapan berlakukan, berarti informasi itu sudah sampaikan saja ke daerah, pemberlakuan belum, siap2 saja. Yah jadi sosialisasinya harus massif,” kuncinya. (*)

2 thoughts on “Tim Gabungan Akan Jaga Ketat Sembilan Pintu Keluar – Masuk Kota Makassar

  1. Pingback: Pemkab Gowa Cetak Rekor MURI Gerakan Sejuta Masker Terbanyak di Indonesia | Newsurban

  2. Pingback: Gerakan Bersama, Rudy Target Curva Covid-19 Turun Akhir Juli | Newsurban

Leave a Reply