Peluang Ketuai Golkar Sulsel, Supriansa Disebut Bisa Menjadi Pemersatu

Anggota Komisi III DPR-RI Supriansa melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan kepada warga binaan Lapas Kelas 2A, Kabupaten Maros, Sabtu (30/11/2019).

Perbicangan itu muncul menjelang pelaksanaan Musda DPD I Golkar Sulsel yang di rencanakan akhir bulan Juli 2020.

JAKARTA, NEWSURBAN. ID — Supriansa Anggota Komisi 3 DPR RI asal Sulawesi Selatan, akhir-akhir ramai diperbincangkan di kalangan masyarakat Sulsel. Perbicangan itu muncul menjelang pelaksanaan Musda DPD I Golkar Sulsel yang di rencanakan akhir bulan Juli 2020. Dalam Musda tersebut akan dilaksanakan pemilihan Ketua DPD I Golkar SulSel.

Perjalanan politik Supriansa mulai bersinar di partai berlambang pohon beringin itu. Namanya kerap disebut-sebut sebagai calon ketua DPD I Golkar SulSel.

Baca juga: Ganti Posisi NH, Sejumlah Kader Golkar Inginkan Supriansa   

Supriansa juga dipercaya oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartanto menjadi salah satu dari tujuh hakim Mahkamah Partai Golkar, juga dipercaya menjadi Ketua Fraksi Hubungan Wilayah VII se-Sulawesi.

Mantan Wakil Bupati Soppeng ini, dianggap oleh banyak kalangan sebagai perekat dari berbagai faksi-faksi Golkar di sulsel.

Meskipun Supriansa merupakan kader baru di partai Golkar, namun banyak kalangan meyakini sosok Supriansa bisa menjadi magnet baru bagi partai Golkar untuk mengembalikkan kejayaan Golkar di Sulawesi Selatan.

Baca juga: Supriansa Lakukan Sosialisai Empat Pilar Kebangsaan di Lapas Maros

Perjalanan karir politik Supriansa tergolong baru, namun mampu memberi warna tersendiri dalam berargumentasi di setiap Rapat Kerja dengan mitra Komisi 3 DPR RI sebagaimana yang sering disaksikan di media elektronik. Misalnya, di gedung parlemen Senayan, Supriansa bisa memberi akselerasi dengan sikap kritis dan beraninya, sehingga namanya menjadi populer di kalangan wartawan media.

Di kalangan aktivis Makassar Supriansa dikenal sebagai Mantan Ketua Umum senat Mahasiswa Hukum UMI sebagai pentolan aktivis ‘98 yang memimpin Mahasiswa dalam gerakan Reformasi menumbangkan Razim Soeharto saat itu.

Terkait hal itu, namanya banyak di sebut sebagai calon ketua DPD Golkar Sulsel Supriansa menyatakan bahwa “Saya ini tahu diri sebagai pendatang baru di partai Golkar.”

“Saya hanyalah prajurit biasa yang berpangkat rendahan di Golkar. Banyak senior Golkar yang memiliki kemampuan dibanding saya. Namun, sebagai kader baru di partai Golkar saya patuh dan tunduk atas segala perintah pimpinan partai saja,” ujar Supriansa yang dikenal sebagai sosok yang rendah hati.