7.950 Aparat Kawal Perwali 36, Rudy Tekankan Pendekatan Humanis

Peraturan Walikota Makassar Nomor 36 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Covid-19 efektif diberlakukan, Senin 13 Juli 2020. Pemerintah Kota Makassar menempatkan 7.950 aparat gabungan di sebelas posko pemeriksaan.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Penjabat Walikota Makassar saat memimpin rapat persiapan penerapan Perwali 36 di Posko Gugus Tugas Kota Makassar, Sabtu 11 Juli 2020, mengatakan Penerapan Pembatasan Pergerakan antarwilayah, Pemkot Makassar menyiapkan 11 posko pemeriksaan.

Menurut Rudy, di sebelas posko tersebut nantinya akan memeriksa warga yang akan keluar masuk Makassar, sebagai bentuk pengawalan Perwali.

Baca: Gerakan Bersama, Rudy Target Curva Covid-19 Turun Akhir Juli

Selain itu pemerintah juga menerapkan 7.950 personil gabungan yang akan bertugas di 11 Posko.

Rudy mengungkapkan penegakan perwali akan dilakukan dengan cara pendekatan humanis terhadap masyarakat. “Insya Allah besok (Minggu) kita akan melakukan simulasi di beberapa titik perbatasan kota. Akan kita cek di lapangan, jika misalnya ada antrean maka kita cari metode supaya tidak antre,” jelas Rudy.

Baca: Masuk Kota Makassar Wajib Surat Bebas Covid-19

Menurut Rudy, prinsip penegakan Perwali dilakukan secara humanis agar masyarakat secara sadar untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Saya minta agar jangan ada tindakan represif dilakukan secara persuasif, gunakan pendekatan humanis, jika ada yang masih membandel agar dibujuk dan diberikan masker untuk digunakan,” ujar Rudy.

Baca: Pasien Sembuh di Sulawesi Selatan Bertambah 167 Menjadi 2.652, Se Indonesia 34.719

Dalam rapat tersebut, sejumlah aturan teknis yang akan diberlakukan pada di perbatasan kota, termasuk upaya memastikan seluruh warga kota menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

“Untuk di perbatasan, warga yang bekerja di Makassar cukup memperlihatkan surat keterangan dari kantor tempatnya bekerja, atau menunjukkan ID Card yang dikeluarkan secara resmi di tempatnya bekerja,” jelasnya.

Namun kata dia, masyarakat tetap harus menjalani pemeriksaan suhu tubuh tubuh, termasuk random rapid test. Demikian pula bagi yang hendak keluar dari Kota Makassar tetap harus menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19.

“Ini untuk memastikan bahwa yang bersangkutan bukan Carrier yang berpotensi membawa virus dan menularkannya di daerah lain” lanjut Rudy.

Baca: Sosialisasi Keliling, TP PKK Sulsel Bersama Perseroda Bagi-bagi Masker

Sementara itu, Asisten Pemerintahan yang juga merupakan Ketua Satuan Tugas Penegakan Disiplin Gugus Tugas Covid-19 Makassar, Sabri menyampaikan sebanyak 7.950 personil gabungan yang terdiri atas anggota TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Camat Lurah, serta sejumlah elemen masyarakat lainnya akan bekerja mengawal pelaksanaan Perwali 36 Tahun 2020.

“Kita sudah siapkan patroli wilayah yang akan menyisir setiap wilayah selama tiga kali sehari. Untuk pos kecamatan disiapkan tim edukasi, penindakan dan pengawasan, termasuk tim kesehatan yang akan melakukan rapid test di tempat,” katanya. (*)

One thought on “7.950 Aparat Kawal Perwali 36, Rudy Tekankan Pendekatan Humanis

  1. Pingback: Pemkot Makassar Belum Izinkan THM Pesta Musik, Restorannya Boleh Buka | Newsurban

Leave a Reply