DPRD Makassar Matangkan PPDB Online Bersama Disdik, Kominfo, Dukcapil

Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar Abdul Wahab Tahir memimpin rapat dengar pendapat dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kominfo, serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Menjelang Penerimaan Peserta Didik Baru, Komisi D DPRD Kota Makassar menggelar rapat dengar pendapat bersama Dinas Pendidikan dan Dinas, Dinas Kominfo, serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – PPDB tahun ini, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, penerimaan dilakukan secara online. Karena itu, DPRD Kota Makassar menggelar RDP dengan Dinas Pendidikan dan organisasi perangkat daerah terkait, Jumat (10/7) untuk meminimalkan persoalan yang bisa muncul selama PPDB.

RDP untuk mendengar penjelasan dari Dinas Pendidikan, Dinas Kominfo, dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ini dipimpin Ketua Komisi D Abdul Wahab Tahir didampingi Wakil Ketua DPRD Andi Suhada Sappaile, Wakil Ketua Komisi D Fatma Wahyuddin, dan Sekretaris Komisi D Sahruddin Said.

Baca: Komisi D DPRD Makassar Minta Disdik Buka Sekolah Bila Ada Keputusan Pusat

Kepala Dinas Kominfo Ismail Hajiali mengungkapkan, pihaknya telah siap mengakomodasi sistem jaringan yang dibutuhkan dinas Pendidikan. Kesiapan tersebut diuraikan mulai dari kesiapan server hingga percepatan menangani kendala yang lain sedini mungkin.

Sementara Kepala Disdukcapil Aryanti Abadi mengatakan, pihaknya telah menyediakan layanan keluhan tersendiri bagi masyarakat yang ingin mengadu terkait penerimaan pesrta didik ini. Aryanti juga menyarankan kepada dinas pendidikan untuk mengsinkronisasi layanan telepon yang berkaitan dengan penerimaan ini.

Baca: Drainase Buruk, Ketua DPRD Makassar Minta Pemerintah Benahi

Ketua Komisi D Abdul Wahab Tahir mengaku pihaknya akan terus mengawasi kegiatan ini meskipun kendala-kendala utama telah diminimalisir sampai saaat ini. “Kami tetap mengawasi, meskipun telah disiapkan dengan sangat baik, dan kita akan mengambil langkah khusus apabila di tengah jalan terjadi kendala-kendala yang tidak diinginkan,” ujarnya. (*)