Di Tengah Pandemi Covid-19 Indonesia Juga Diintai Penyakit DBD

Demam Berdarah Dengue. (DBD) int

“Provinsi dengan kasus COVID tinggi, kasus demam berdarahnya juga tinggi. Tertinggi di Jabar kemudian Lampung, NTT, Jatim, Jateng dan DIY, termasuk Sulsel yang kasus COVID-19-nya juga tinggi,” ungkap Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Senin (13/07/2020).

JAKARTA, NEWSURBAN.ID — Sejumlah daerah di Indonesia mulai memasuki fase new normal. Meski begitu, di tengah Pandemi virus Corona atau Covid-19 belum sampai kapan akan berakhir, hingga masyarakat harus tetap waspada saat keluar rumah.

Namun, di tahun 2020 kita tak hanya harus waspada dengan pandemi corona, sebab ada ancaman penyakit lain yang mengintai, yaitu DBD atau demam berdarah dengue.

Setiap tahunnya, demam berdarah memang jadi penyakit endemik yang menyerang tanpa pandang bulu. Anak-anak hingga orang dewasa sama-sama berisiko terjangkit penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti ini.

Menurut data Kemenkes, dari pertengahan Maret yang ‘hanya’ tercatat 25.693 jiwa melonjak drastis menjadi sekitar 68.000 pasien demam berdarah di akhir Juni 2020. Sedangkan jumlah kematian akibat demam berdarah sudah mencapai 346 orang.

Baca juga: DBD Renggut Nyawa Seorang Anak di Seimenggaris

Penyebarannya pun hampir merata di seluruh provinsi di Indonesia. Dalam sebuah diskusi virtual yang diadakan oleh Kemenkes pada Senin (22/6) lalu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, mengatakan bahwa Jawa Barat menjadi provinsi dengan kasus demam berdarah tertinggi di Indonesia.

“Provinsi dengan kasus COVID tinggi, kasus demam berdarahnya juga tinggi. Tertinggi di Jabar kemudian Lampung, NTT, Jatim, Jateng dan DIY, termasuk Sulsel yang kasus COVID-19-nya juga tinggi,” ungkap Nadia seperti dikutip dari Kumparan, Senin (13/07/2020).

Berbagai upaya pun selalu dilakukan demi menekan perkembangbiakkan nyamuk Aedes aegypti. Salah satunya adalah proses pengasapan (fogging), baik yang dilakukan secara perorangan atau swadaya masyarakat.

Menerapkan 3M di rumah salah solusi untuk mematikan nyamuk yang suka berkembangbiak di air hingga ke jentik-jentiknya. Yaitu menguras dan membersihkan bak mandi dan tempat penampungan air lainnya secara berkala, menutup tempat penampungan air, dan mengubur atau mendaur barang tidak terpakai yang berpotensi sebagai sarang nyamuk.

Baca juga: Positif Covid-19 Bertambah Jadi 75.699, Jatim Tertinggi Sulsel Ketiga

Selain itu, tentu kita harus selalu waspada 24 jam penuh terhadap ancaman nyamuk demam berdarah. Bila kebersihan rumah tidak kita jaga dengan baik, tempat ternyaman untuk beristirahat pun bisa jadi sarang nyamuk berbahaya, baik di siang maupun malam hari.

Untungnya, saat ini ada HIT LV (Liquid Vaporizer) Xpress yang akan memberikan kita perlindungan terhadap ancaman nyamuk Aedes aegypti seharian penuh selama 45 hari. Ya, HIT LV Xpress bisa jadi solusi praktis obat pembasmi nyamuk tanpa asap dan kabel untuk melindungi keluarga agar tetap sehat dan aman beraktivitas di rumah, termasuk aman dari gigitan nyamuk demam berdarah!

Obat anti nyamuk modern ini juga dilengkapi dengan tombol Express sehingga memungkinkan untuk memberikan perlindungan ekstra yang 2x lebih efektif. Apalagi wanginya apel yang ada di dalam HIT LV Xpress juga akan memberikan kesegaran dan kenyamanan di rumah.

Cara pemakaiannya juga mudah, cukup colokkan ke sambungan listrik pada saat dibutuhkan, HIT LV Xpress mampu memberikan perlindungan ganda untuk keluarga selama 45 malam (dengan pemakaian rata-rata 8 jam per hari).

Yuk, sama-sama jaga kesehatan keluarga dan waspadai demam berdarah dengue saat new normal dengan rutin jaga kebersihan dan gunakan HIT LV Xpress untuk perlindungan ganda selama di rumah.

Leave a Reply