Huadi Bantaeng Butuh 6.000 Tenaga Kerja

Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah, meresmikan perusahaan smelter nikel di Kabupaten Bantaeng pada Januari 2020. (dok-humas)

Penambahan investasi PT Huadi Nickel Alloy Indonesia untuk membangun enam tungku akan menyerap banyak tenaga kerja.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID -Perusahaan permurnian ferronickel di Bantaeng, Sulawesi Selatan, PT Huadi Nickel Alloy Indonesia membutuhkan tambahan sekitar 6.000 tenaga kerja dalam dua tahun ke depan.

Tambahan jumlah tenaga kerja itu menurut Presiden Komisaris PT Huadi Nickel Alloy Indonesia, Amir Jao, untuk mengisi beberapa bagian di perusahaan pemurnian nikel pertama di Sulsel itu.

“Tambahan tenaga kerja itu sebagai dampak dari tambahan inivestasi baru. Kami bangun lagi enam tunggu. Semua peralatan untuk empat tungku yang sedang dibangun tahun ini, sudah ada di Bantaeng,” jelas Amir.

Baca: Gubernur Nurdin Abdullah Komitmen Terus Permudah Izin Investasi

Menurut Amir, begitu kondisi normal dari vovid 19, empat tungku yang sedang dibangun langsung produksi.

“Tunggu kondisi normal saja,” katanya.
Dijelaskan, tahun depan Huadi akan membangun lagi dua tungku. Total jumlah pabrik pemurnian nikel Huadi Bantaeng jadi delapan tungku.

Baca: Invest 6,5 T Smelter Huadi Tambah 6 Tungku

Dua tungku yang beroperasi sejak November 2018 menampung 2.000 tenaga kerja dalam berbagai bidang. “Jadi total tenaga kerja untuk delapan tungku, sebanyak 8.000 orang,” jelasnya. (*)

Leave a Reply