Covid-19 di AS Makin Parah, Trump Kukuh Tolak Wajib Masker

Presiden AS Donald Trump

Presiden RI kukuh menolak membuat kebijakan wajib masker bagi warganya. Trump beralasan tidak ingin merampas hak kebebasan warga AS.

WASHINGTON DC, NEWSURBAN.ID – Presiden AS Donald Trump bersumpah tidak akan memerintahkan warga Amerika untuk memakai masker. Trump tetap kukuh meski terus dalam tekanan agar mengambil kebijakan wajib masker untuk menahan laju penyebaran virus corona yang makin parah di AS.

Sikap Trump itu menjawab desakan pakar penyakit menular di AS Dr Anthony Fauci, yang juga penasihat Gedung Putih untuk penanganan Covid-19. Dr Fauci mendesak para pemimpin negara bagian dan lokal untuk “sekuat mungkin” mendesak warganya memakai masker.

Fauci menambahkan, mengenakan penutup wajah, sangat penting. “Kita semua harus menggunakannya, semuanya,” ujar Fauci.

Baca: Yusril: Putusan MA Tidak Batalkan Kemenangan Jokowi-Ma’ruf

Pemakaian masker telah menjadi topik yang sangat dipolitisasi di AS.

Presiden Trump, yang sebelumnya menolak memakai masker, akhirnya mengenakan masker di depan umum untuk pertama kalinya Sabtu lalu, saat mengunjungi rumah sakit militer.

Tetapi berbicara dengan Fox News pada hari Jumat, 17 Juli, Trump mengatakan dia tidak setuju untuk mewajibkan masker secara nasional. Alasannya, warga AS harus memiliki kebebasan.

Baca: Jokowi Singgung Resufle Kabinet, Pembubaran Lembaga, dan Anggaran Kesehatan

Di negara bagian selatan Georgia, Gubernur Brian Kemp dari Partai Republik telah mendesak warga untuk mengenakan masker sebulan depan.

Kemp mengajukan permohonan itu kepada warganya. Sehari sebelumnya walikota Atlanta, Keisha Lance Bottoms, menerapkan kebijakan wajib mengenakan masker di kotanya. Bottoms sendiri positif mengidap coronavirus.

Baca: Gubernur NA Laporkan Bencana Masamba Kepada Presiden

Pejabat Kota Oklahoma juga mempertimbangkan untuk menerapkan wajib mengenakan masker dalam ruangan seluruh kota.

Diketahui, sejumlah negara bagian AS, terutama di bagian selatan, mengalami lonjakan kasus coronavirus.

Saat ini, ada lebih dari 3,6 juta kasus terkonfirmasi Covid-19 di AS. Kasus kematian akibat Covid-19 di AS telah mencapai 139.000. Jumlah kematian akibat terinfeksi Covid-19 tersebut tertinggi di dunia. (*)

Leave a Reply