BNPB Ungkap Tiga Faktor Penyebab Banjir Bandang di Luwu Utara

Kepala BNPB Doni Monardo tinjau banjir di Kabupaten Luwu Utara Sawesi Selatan, Jumat 17 Juli 2020. (bnpb)

BNPB menyebut ada tiga faktor utama yang bisa menjadi penyebab bencana di Luwu Utara. Pertama, berkaitan dengan alih fungsi lahan, kedua curah hujan yang tinggi, dan ketiga memang ada sejarah dalam patahan yang mengakibatkan kondisi formasi di kawasan hulu lemah sehingga menyebabkan dalam mudah longsor.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID – Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengungkapkan, tim di lembaganya melakukan sejumlah peninjauan untuk mengetahui penyebab utama banjir bandang. Dari peninjauan peta Inarisk timnya mendapati bahwa perubahan fungsi lahan jadi salah satu faktor penyebab banjir.

Raditya memperkirakan ada peralihan fungsi lahan sebelumnya. “Demikian sejarah atau histori dari kejadian perubahan pengalihan lahan yang belum ada galian,” ungkap Raditya dalam konferensi pers yang digelar di Media Center BNPB dan disiarkan secara daring, Minggu (19/7).

Baca: Sungai Masamba Meluap Rendam Rumah Warga dan Fasilitas Publik

Raditya juga mengatakan melalui peta Inarisk itu, telah terlihat ada upaya perbaikan. Beberapa galian bahkan menurut dia telah tertutup vegetasi. Hanya saja, banjir bandang tetap terjadi.

“Kemudian ada galian dan seterusnya dan ada beberapa yang sudah tertutup oleh vegetasi. Artinya sudah ada upaya untuk melakukan perbaikan lahan dan ini adalah data langsung yang kami dapatkan,” kata dia.

Baca: Gubernur Nurdin Abdullah Kirim Bantuan ke Luwu Utara

Raditya juga menjelaskan ada tiga faktor utama yang bisa menjadi penyebab bencana di Luwu Utara. Pertama, kata dia, berkaitan dengan alih fungsi lahan seperti yang telah ia terangkan sebelumnya.

“Kedua adalah curah hujan yang tinggi, dan terakhir memang ada sejarah dalam patahan yang mengakibatkan kondisi formasi di kawasan hulu lemah sehingga menyebabkan memudahkan dalam longsor,” sambung dia.

Baca: Gubernur NA Bersama Kepala BNPB Tinjau Lokasi Banjir Bandang Luwu Utara dari Udara

Berdasarkan catatan BNPB per Minggu (19/7) menunjukkan data korban yakni 36 orang meninggal, 40 orang hilang–tapi sebagian telah ditemukan dalam keadaan selamat, dan 58 orang luka-luka.

Lebih lanjut Raditya merinci hingga kini sebanyak 14.483 jiwa dari 3.627 Kepala Keluarga (KK) mengungsi akibat banjir bandang di Luwu Utara. Para pengungsi terbagi di tiga Kecamatan antara lain Kecamatan Masamba sebanyak 7.748 orang, Kecamatan Baebunta sebanyak 5.808 orang, dan Kecamatan Sabbang sebanyak 927 orang.

Baca: Gubernur Pastikan Warga Luwu Utara Kehilangan Rumah Akibat Banjir Mendapat Huntara

Dari total 14.483 orang terdampak banjir terdapat kelompok rentan yakni 2.530 orang di antaranya tergolong lansia, 870 balita (142 di antaranya bayi), dan 137 ibu hamil.

“Saat ini kami juga sudah mendapatkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pusdalop dan teman-teman TRC bahwa kelompok rentan juga telah teridentifikasi. Ini memudahkan bagi tim yang melakukan bantuan dalam hal logistik dan seterusnya bisa terlaksana dengan baik,” jelas Raditya.

Baca: Banjir Bandang Luwu Utara, SAR Gabungan Sudah Temukan 36 Korban Jiwa

Terkait alihfungsi lahan yang diduga sebagai salah satu penyebab banjir badang yang menerjang Kabupaten Luwu Utara, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani mengatakan penyebab banjir bukan akibat alih fungsi lahan. Banjir terjadi karena curah hujan tinggi dan kondisi alam di hulu Sungai Masamba dan Sungai Radda. (*)

One thought on “BNPB Ungkap Tiga Faktor Penyebab Banjir Bandang di Luwu Utara

  1. Pingback: Dampak Banjir Bandang Wajo 50 Ribu Warga Terancam Krisis Pangan | Newsurban

Leave a Reply