Pengungsi Mulai Terserang Penyakit Pasca Banjir Bandang di Luwu Utara

Para pengungsi yang diterjang Banjir Bandang di Luwu Utara, menggunkan terpal di lawan sawit

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara pada Rabu (22/7/2020), beberapa pengsungsi ada yang mengalami sakit ISPA, diare, dermatitis, dan hipertensi.

LUWU UTARA, NEWSURBAN.ID — Hingga hari kesembilan pasca banjir bandang di Luwu Utara, para pengungsi mulai terserang berbagai penyakit.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara pada Rabu (22/7/2020), beberapa pengsungsi ada yang mengalami sakit ISPA, diare, dermatitis, dan hipertensi.

Dari beberapa penyakit diderita para pengungsi seperti, penderita ISPA paling banyak yaitu 247 orang. Disusul dermatitis (151), hipertensi (137), dan diare (35).

Baca juga: Banjir Bandang Luwu Utara, SAR Gabungan Sudah Temukan 36 Korban Jiwa

Sementara kelompok rentan, seperti ibu hamil, bayi, balita dan lansia, BPBD mencatat masih didominasi lansia dengan jumlah 2.623, disusul balita (2.223), bayi (447) dan bumil (303).

Kondisi pengungsi tetap menjadi perhatian pemerintah daerah dengan cara memberikan pelayanan kesehatan dengan baik, dan melakukan edukasi kepada pengungsi untuk tetap berperilaku hidup bersih dan sehat, walau berada dalam pengungsian.

Baca jugaRelawan Luwu Timur Bangun Sarana Air Bersih di Pengungsian Korban Banjir Luwu Utara

“Hidup bersih dan sehat adalah salah satu modal untuk segera bangkit pascabencana. Untuk itu, tim kita dari Dinas Kesehatan setiap hari melakukan penyuluhan dan pelayanan kesehatan serta melakukan edukasi kepada para pengungsi untuk tetap disiplin menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS),” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Luwu Utara, Muslim Muhtar, Rabu (22/7/2020), di Masamba.

Terkait kebutuhan pengungsi yang mendesak, Muslim menyebutkan, penyediaan air bersih masih menjadi prioritas untuk segera diwujudkan. Setelah itu, kata dia, barulah tandon air, pompa air, obat-obatan, suplemen, susu balita, serta pampers balita dan lansia.

Tak hanya itu, ia juga menyebutkan, pakaian dalam wanita, selimut, sarung, pembersih ruangan, masker, genset, penerangan portable, WC postable, dan mobil tangki air bersih.

Baca juga: Sungai Masamba Meluap, Luwu Utara Diterjang Banjir Bandang 

“Semua kebutuhan para pengungsi ini terus kami upayakan agar para pengungsi tetap bisa hidup layak meski masih di tengah pengungsian, sambil menunggu rumah hunian sementara (huntara) atau rumah khusus, yang sementara juga diupayakan pemerintah agar cepat rampung, dan segera bisa ditempati oleh para pengungsi,” terang Muslim.

Hingga hari ke-9, korban yang meninggal sudah 38 orang, luka-luka 106 orang dan 10 orang hilang.

Leave a Reply