Pemkot Makassar Izinkan Shalat Idul Adha di Al Markaz dan Masjid Raya

Shalat di lapangan terbuka dan open house ditiadakan. Pemerintah Kota Makassar mengizinkan shalat Idul Adha di dua masjid besar, Al Markaz dan Masjid Raya. Protokol perayaan Idul Adha segera dikeluarkan dalam bentuk Surat Edaran Pj Walikota Makassar.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Pemerintah Kota Makassar akan mengeluarkan surat edaran terkait protokol kesehatan pada pelaksanaan salat, pemotongan, dan pembagian hewan kurban saat pelaksanaan Hari Raya Idul Adha.

Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin dalam jumpa pers yang digelar Kamis sore (23/7) di Rumah Jabatannya menjelaskan, surat edaran mengenai pedoman pelaksanaan kegiatan ibadah pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah. Pedoman diharapkan bisa meminimalkan risiko penularan Covid-19.

Pihaknya akan lebih memperketat pengawasan terhadap protokol kesehatan mengingat aktivitas masyarakat dipastikan akan lebih tinggi dibanding hari-hari biasa.

Baca: Pengamat Nilai Kebijakan Suket Bebas Covid-19 di Makassar Tidak Efektif

Surat edaran yang dikeluarkan akan diteruskan ke organisasi Islam seperti Muhammadiyah, NU, PHBI, camat, lurah, hingga seluruh masjid yang ada di Makassar.

“Kita keluarkan surat edaran ke camat Ketua MUI, NU, Muhammadiyah, Wahdah Islamiyah dan seluruh pengurus masjid. Bahwa pelaksanaan Idul Adha tahun ini beda dengan hari raya sebelumnya dimana ada protokol kesehatan yang harus dipatuhi,” ungkap Rudy.

Rudy menjelaskan, surat edaran tersebut lebih kurang mengatur tata cara pelaksanaan Salat Idul Adha, pemotongan dan pembagian hewan kurban di era pandemi Covid-19.

Baca: Proyek Pedestrian Jalan Metro Tanjung Bunga Diharap Jadi Daya Tarik Investasi

Dia menambahkan, akan mengirimkan tim-tim percepatan pengendalian Covi-19 yang akan tersebar di seluruh Makassar untuk melakukan pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan. Mereka akan membantu camat, lurah, RW dan RT.

“Pak Camat juga kami minta untuk segera melaporkan titik-titik atau lokasi salat dan penyembelihan hewan kurban agar pihaknya bisa menurunkan tim gugus tugas pengendali covid untuk melakukan pengawasan,” jelasnya.

Tahun ini, kata dia, pihaknya memberi izn dua masjid besar di Makassar yakni Masjid Al Markaz Al Islami dan Masjid Raya untuk menyelenggarakan shalat Idul Adha dengan syarat menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Baca: DPRD Minta Pemkot Makassar Mengakomodir Hasil Reses Dewan

Sementara untuk pelaksanaan shalat Idul Adha di lapangan, dia menganjurkan untuk saat ini, sebaiknya ditiadakan saja.

“Kami tidak anjurkan di lapangan karena akan banyak konsentrasi masyarakat nantinya di sana. Kalau bisa di masjid-masjid kompleks perumahan masing-masing saja sehingga masyarakat bisa terdistribusi dengan baik,” tambahnya.

Tahun ini, Pj Wali Kota Makassar juga meniadakan open house yang rutin digelar setelah pelaksanaan salat Idul Adha sebagai langkah antisipatif dan penerapan social maupun physical distancing.

“Terakhir, mari kita sambut Idul Adha dengan suka cita. Jadi momentum yang baik. Perhatikan protokol kesehatan agar pengendalian covid bisa berjalan. Kasus semakin turun agar bisa masuk dalam new normal,” tandasnya.

Baca: Pemkot Makassar Akan Buka Kembali Pantai Losari, Rudy: Perketat Protokol Kesehatan

Sementara, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Azwis Badwi mengatakan, proses pemotongan hewan kurban di tengah pandemi Covid-19 dilakukan berbeda. Yakni wajib menerapkan standar protokol kesehatan.

Adapun pelaksanaan salat Idul Adha juga harus mematuhi anjuran pemerintah. Dengan menjaga jarak, pakai masker, menyediakan pengukur suhu tubuh.

Di Makassar, jumlah kebutuhan hewan jelang Idul Adha sangat besar. Olehnya, perlu pengaturan secara masif dalam menata proses pemotongannya, termasuk masalah kepastian kesehatan hewan kurban. (*)