Purna Tugas, Guru Supriono Ungkap Suka Duka 36 Tahun Mengabdi di Perbatasan RI Malaysia

Supriono di tengah (baju putih) foto bersama bersama guru dan Kepsek SDN 04 Sebatik Barat.

Purna tugas bukanlah akhir sebuah pengabdian. Guru Supriono yang pensiun setelah 36 tahun mengabdi masih dibutuhkan pemikiran dan ide-idenya untuk kemajuan pendidikan di perbatasan RI Malaysia.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID – Waktu itu, Kalimantan Utara belum terbentuk. Pun Nunukan masih bagian dari Kabupaten Bulungan Kalimantan Timur. Guru Supriono yang purna tugas dengan posisi akhir sebagai Pengawas Sekolah Dasar Negeri 04 Sebatik Barat sudah mengabdi.

Supriono mengawali pengabdiannya sebagai guru di perbatasan RI-Malaysia tahun 1984. Dua rezim ia lalui, orde baru dan reformasi hingga pensiun Juni 2020.

Selama 36 tahun berkarier sebagai kaum “Oemar Bakrie” tak sedikit suka duka yang dia rasakan. Apalagi saat itu, Nunukan belum seperti sekarang. Akses sulit, komunikasi tak lancar. Gaji guru pun belum sebaik sekarang. Hanya satu kata, “pengabdian”, membuat Supriono bisa bertahan hingga pensiun.

Kenangan pertama kali bertugas masih tertanam dalam ingatannya. “Tamat SMA saya ikut pendidikan guru di Tarakan, alhamdulillah lulus. Jadi 1 Juli tahun 1984 saya ditugaskan di perbatasan Pulau Sebatik. Dulu di Sebatik ini masih status Kecamatan Penghubung,” kenang Supriono.

Walau sudah purna bakti, Supriono sangat memberi atensi pada kemajuan pendidikan. Pesannya tak banyak. Supriono berharap Pemerintah perlu memperhatikan dana operasional bagi pengawas sekolah.

Pengalaman suka, duka, dan harapan diungkapkan penuh haru dalam perpisahan di SDN 04 Sebatik Barat.

Dalam ruang kelas pelepasan Guru Supriono terlihat hadir Perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan HJohansyah, Kepala DPM-PTSP H Hanafiah, Kabag Kesra H Tuwo, Sekretaris Kecamatan Sebatik Induk Saleh dan PGRI Sebatik, dan Kepala Sekolah SDN 04 Sebatik Barat Nurminari.

Mereka mengungkapkan kesan sama pada sosok Supriono. Selain loyalitas pengabdiannya pada negara sebagai guru, juga pribadinya sebagai bapak yang baik bagi anak didik.

Supriono bukanlah tokoh, pun pejabat penting. Namun namanya harum dalam bidang pendidikan kuhususnya di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Jadilah sosok Supriono. (arung)

Leave a Reply