Silaturahmi Daerah Terpencil, Bakal Calon di Maros Ini Janji Buat Akses Jalan Memadai

Akses jalan menuju daerah terpencil di Kabupaten Maros

Akses Jalan di kampung Bulli Bulli, Dusun Batunapara, Desa Baruga, kampung terluar di Kecamatan Bantimurung, Maros. Hanya bisa ditempu dengan berjalan Kaki.

MAROS, NEWSURBAN.ID — Butuh waktu kurang lebih 30 menit dari jalan poros pabrik Semen Bosowa untuk tiba di kampung Bulli Bulli, Dusun Batunapara, Desa Baruga, kampung terluar di kecamatan Bantimurung, Maros.

Perjalanan hanya bisa dilalui dengan melintasi areal empang dan persawahan. Kampung ini dihuni oleh kurang lebih 30 KK. Mayoritas dari mereka berprofesi di sektor perikanan, juga sebagai petani.

Salah satu kebutuhan warga yang belum terpenuhi saat ini, yakni jalan penghubung yang mudah diakses.

Galla warga kampung Bulli Bulli mengungkapkan, untuk mengurus keperluan di kota, warga harus terlebih dahulu berjalan kaki melintasi pematang untuk sampai ke jalan poros.

“Kami harus jalan kaki berkilo-kilo di pematang sawah, baru sampai di jalan poros. Tentu sangat melelahkan jika kami ada keperluan di kota,” ujarnya.

Baca juga: Ini Nama Calon Kepala Daerah Berpeluang Kantongi Rekomendasi PDIP di Sulsel

Menjawab keinginan masyarakat, pasangan bakal calon (Balon) bupati dan wakil bupati Maros, Andi Harmil Matotorang dan Andi Ilham Nadjamuddin menegaskan akan mengupayakan hadirnya akses jalan yang memadai bagi warga setempat.

“Hadirnya fasilitas jalan yang layak secara tidak langsung akan meningkatkan kenyamanan hidup masyarakat. Serta akan menghubungkan 2 desa sekaligus yakni desa Mattiro Deceng dan desa Baruga. Saat ini sudah ada jalan rintisan yang dibuat warga dengan kondisi seadanya, inshaaAllah nanti kita akan buat jalan yang layak bagi warga,” ungkap Andi Ilham Nadjamuddin, Minggu (26/07/2020).

Baca juga: KPU Maros Lakukan Monitoring Verifikasi Faktual Bakal Calon Jalur Perseorangan

Sambungnya, jika jalanan yang layak sudah terbangun maka secara otomatis, fasilitas penunjang lainnya juga dapat segera diatasi. Seperti pemenuhan fasilitas listrik dan air bersih.

“Selama ini , untuk kebutuhan listrik, warga sekitar sementara waktu harus menyambung listrik dan kerabat dan warga lainnya yang sudah menikmati listrik PLN di jalan poros,” tuturnya.

Leave a Reply