Spanduk Bertuliskan “Kota Malili Kabupaten Konawe” Tokoh Pemekaran Geram

Spanduk terbentang di Desa Ussu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur

Spanduk membuat geram para tokoh Pemekaran Luwu Timur, terbentang di pintu masuk Kota Malili, di Desa Ussu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. Spanduk yang terbentang bertuliskan “Selamat Datang di Kota Malili Kabupaten Konawe” Mari Kuasai Daerah ini Bersama “PAPA”.

LUWU TIMUR, NEWSURBAN.ID –– Mahjid Tahir salah satu tokoh pemekaran Luwu Timur, merasa kecewa tindakan oknum yang melakukan pemasangan spanduk yang mengantikan nama Kabupaten Luwu Timur menjadi Kabupaten Konawe.

“Saya merasa kecewa adanya oknum melakukan pemasangan spanduk semacam itu, ini sama halnya sudah mencederai identitas nama daerah kita sendiri,” ungkapnya saat dihubungi newsurban.id, Minggu (26/07/2020).

Mahjid pun meminta seluruh jajaran pemerintah, mulai dari Kepala daerah (Bupati dan Wakil Bupati) Luwu Timur, untuk melakukan tindakan-tindakan khusus untuk menjaga nama sebagai identitas diri sebuah daerah.

“Kepala Daerah Luwu Timur harus melakukan tindakan untuk menjaga mempertahankan nama itu. Bukan malah membiarkan nama kabupaten terganti hanya semenit melalui sebuah spanduk,” tegas politisi senior di Luwu Raya ini.

Nama Luwu Timur, lanjut kata Mahjid, bukan hal yang mudah kita tetapkan pada masa pemekaran. Perjuangan itu diperlukan jerih payah bagi orang-orang terlibat memperjuangkan sebuah nama Kabupaten Luwu Timur.

Senada dikatakan, Suparjo salah satu tokoh pun terlibat atas pemekaran Luwu Timur, ia mengaku setelah mendegar hal tersebut, dirinya anggap salah satu bentuk pelecehan oknum melakukan pemasangan spanduk seperti itu.

“Adu, ngeri setelah membaca hal itu, Luwu Timur di ganti nama Kabupaten Konawe,” ucapnya.

Atas tindakan hal itu, Suparjo menganggap tindakan dilakukan oknum sama hal sudah melencehkan masyarakat Luwu Timur. “Ini sebuah pelecehan, nama daerah sebuah hal cukup sakral, malah mau digantikan nama daerah lain. Dan oknum melakukan pemasangan spanduk itu tidak menghargai arti sebuh perjuangan yang terlibat pada masa itu,” tuturnya.

Spanduk membuat geram para tokoh Pemekaran Luwu Timur, terbentang di pintu masuk Kota Malili, di Desa Ussu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. Spanduk yang terbentang bertuliskan “Selamat Datang di Kota Malili Kabupaten Konawe” Mari Kuasai Daerah ini Bersama “PAPA”.

Diketahui, Kabupaten Luwu Timur terbentuk melalui UU no 7 tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Luwu Timur.

Untuk saat ini, belum diketahui motif pemasangan spanduk itu. Namun, Kabupaten Luwu Timur, salah satu daerah yang akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak 2020. (*)

Leave a Reply