Selamat Datang Kapolda Baru, Djusman AR: Tuntaskan Perkara Tipikor

Djusman AR Penggiat Antikorupsi.

Penggiat antikorupsi berharap pergantian Kapolda Sulsel dari Irjen Pol Mas Guntur Laupe ke Irjen Merdisyam tidak menjadikan perkara tipikor terhenti, terutama kasus yang sudah berjalan.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Direktur Lembaga Peduli Sosial Ekonomi Budaya Hukum dan Politik (LP-SIBUK) Sulsel, Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar Djusman AR, mengucapkan selamat datang Kapolda Irjen Merdisyam.

“Kami ucapkan selamat datang Kapolda baru. Kami berharap pergantian pimpinan tidak menjadikan penindakan kasus terhenti, khususnya perkara dugaan tindak pidana korupsi,” ujar Djusman yang juga Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi.

Baca: Djusman Desak Polda Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Bansos Makassar

Djusman menyebut contoh dugaan tipikor yang tengah berjalan terkait bantuan sosial untuk warga terdampak Covid-19 awalnya heboh namun setelah berjalan perkembangannya meredup, terkesan tidak terbuka. “Penanganan dugaan tipikor bansos di Kota Makassar dan kabupaten kota lainnya bagaimana tindak lanjutnya. Hanya awalnya heboh sekarang tidak jelas,” katanya.

Padahal kata Djusman, masyarakat menanti kelanjutan penanganan dugaan tipikor dari kasus bansos tersebut. “Karena itu kami minta kepada pihak Polda, apabila unsurnya sudah cukup segera naikkan ke dik sekaligus penetapan tersangka. Karena kasus ini menjadi perhatian khusus, terkait dugaan penyalahgunaan anggaran bencana yang ancaman pidananya tak tanggung-tanggung, maka kami minta menahan langsung tersangkanya,” bebernya.

Bang Djus, sapaan karib Djusman AR mengharapkan di bawah kepemimpinan Kapolda yang baru pemberantasan tindak pidana korupsi lebih garang, terukur, dan nyata.

“Kami berharap Kapolda baru bisa menegakkan hukum dengan memberantas tipikor. Transparan menangani kasus yang dilaporkan langsung masyarakat,” kata Bang Djus.

Baca: Firli Akan Hukum Mati Koruptor Dana Covid-19, Djusman AR: Harus Dibuktikan

Dia juga meminta Kapolda baru tidak hanya merespons masyarakat atau lembaga pelapor saat datang melaporkan kasus dan menyerahkan data, namun tidak memperhatikan hak-hak masyarakat untuk mendapatkan informasi atas perkembangan kasus yang dilaporkan.

“Penting diingat bahwa penegakan hukum mustahil akan terwujud dengan baik tanpa peran serta masyarakat. Karenanya ruang peran serta dan akses publik patut dibuka selebar-lebarnya,” ujar Bang Djus.

Baca: Djusman: Pandemi COVID-19 Berpotensi Jadi Ladang Korupsi

Menurutnya, Sulsel ini butuh penegak hukum yang luar biasa pembuktian kinerjanya. “Bukan yang luar biasa beretorikanya,” ujar Djusman.

Dia menekankan, pihaknya dari lembaga anti korupsi akan mendukung bila kinerjanya baik. “Namun bila mengecewakan tentu akan kami kritik,” tegas Djusman.

Baca: Terima Penghargaan, Djusman AR Ingatkan LAKSUS Tetap Konsisten Mengawal Pemberantasan Korupsi

Oleh karena itu, ia meminta Kapolda baru menunjukkan kinerja baik agarĀ  masyarakat tidak menjadi pesimistis. “Bangunlah kinerja yang bertanggung jawab agar dapat mendorong optimisme masyarakat terhadap kinerja penyidik di bawah komando Kapolda yang baru,” kata Djusman.

Dia pun kembali mengingatkan, sebagaimana ditegaskan dalam pasal 41 UU No 31/99 beserta perubahannya UU No 20/01 tentang pemberantasan tipikor bahwa di sana ada hak masyarakat untuk memberi saran, pendapat dan atau kritik terhadap penegak hukum termasuk Polri apabila dalam menjalankan tugasnya tidak berkesesuaian dengan ketentuan. Begitu pula dengan UU-nya sendiri yakni UU No 2/2002 tentang Polri. (*)

Leave a Reply