Delapan Lapangan Usaha Jadi Penolong Ekonomi Sulsel, Kelompok Pertanian Tertinggi

Tiga bulan kedua 2020 pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan mengalami pertumbuhan negatif 3,87% dibanding triwulan dua 2020. Namun, angka itu masih lebih baik dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang terkontraksi -5,32%.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Badan Pusat Statistik Sulsel, Rabu 5 Agustus 2020 merilis perekonomian Sulawesi Selatan pada triwulan II-2020 mengalami pertumbuhan -3,87% dibandingkan periode sama 2019.

Berdasarkan data yang dilansir BPS Sulsel melalui situs resminya, dari sisi lapangan usaha ada delapan sektor yang tumbuh positif dan menjadi penolong perekonomian Sulsel.

Baca: Pertanian dan Eskpor Impor Positif, Gubernur Optimis Ekonomi Sulsel Bisa Tumbuh 4,5 Persen

Pertama kelompok pertanian, kehutanan, dan perikanan yang tumbuh 2,54 persen dan memberi andil 24,81 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Sulsel.

Kedua, informasi dan komunikasi yang tumbh 10,48% memberi andil 5,66 %. Ketiga, jata pendidikan yang tumbuh 6,65% namun memberi andil 5,59%.

Sumber Data: BPS Sulsel 5 Agustus 2020.

Keempat pertambangan dan penggalian tumbuh 1,24% dan memberi andil 4,81%. Kelima, real estate tumbuh 4,32 persen dengan andil 3,88%.

Keenam, jasa keuangan tumbuh 0,84% dan memberi andil 3,72%. Ketujuh pengadaan air tumbuh 3,12% dengan andil 0,10%. Kedelapan pengadaan listrik dan gas yang tumbuh 7,91% memberi andil 0,07%.

Baca: Gubernur Nurdin Abdullah Optimistis Ekonomi Sulsel Bisa Cepat Pulih

Sementara penopang dari sisi pengeluaran ada dua sektor yang tumbuh positif. Pertama, impor tumbuh 12,53% dan memberi andil 15,43% terhadap pertumbuhan ekonomi Sulsel di triwulan kedua (yoy). Kedua, ekspor tumbuh 11,17% dan menyumbang 9,43% terhadap pertumbuhan ekonomi Sulsel.

Masih sektor pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh negatif 3,64 persen dengan andil 55,76%. Konsumsi rumah tangga yang merosot akibat pandemi Covid-19 menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi yang mengalami pertumbuhan negatif 3,87%.

Melihat sektor yang memberi andil terhadap pergerakan ekonomi Sulsel, sektor konsumsi rumah tangga perlu atensi. Sektor pengeluaran ini, tumbuh negatif akibat pembatasan dan penurunan kegiatan di sektor usaha. (*)

Leave a Reply