Pemkot Makassar Belum Izinkan Pesta Pernikahan di Hotel dan Gedung

Kepala Dinas Pariwisata Kota makassar Rusmayani Madjid

Pesta pernikahan belum diizinkan digelar di hotel, restoran, atau gedung karena penularan virus Covid-19 di Kota Makassar masih cukup tinggi.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Kepala Dinas Pariwisata Kota makassar Rusmayani Madjid, menegaskan, Pemerintah Kota Makassar belum mengizinkan pelaksanaan pesta pernikahan, baik itu yang digelar di hotel maupun di gedung-gedung pertemuan, atau restoran.

Kebijakan ini dilakukan untuk menghindari kerumuman orang yang berpotensi menyebabkan terjadinya penularan virus Covid-19 di Kota Makassar.

“Hingga saat ini belum ada izin untuk digelar pesta pernikahan, termasuk izin untuk panti pijat, karaoke maupun bioskop” tegas Rusmayani Madjid di Makassar, Jumat (7/8).

Baca: Pemkot Makassar Perpanjang Wajib Suket Bebas Covid-19, Pengetatan di Tiga Pos Perbatasan

Menurutnya, petensi penularan virus Covid-19 di Kota Makassar saat ini masih cukup tinggi sehingga kegiatan yang bisa memicu terjadinya kerumunan orang masih belum dibolehkan, termasuk keharusan menerapkan protokol kesehatan terhadap seluruh aktifitas warga.

Dia mengakui beberapa waktu lalu Pj Walikota Makassar Prof Rudy Djamaluddin sempat menerima kedatangan Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel Anggiat Sinaga yang meminta izin agar hotel sudah bisa menggelar pesta pernikahan.

“Namun waktu itu Pak Wali meminta agar semua pihak bersabar dulu, termasuk pengelola hotel mengingat Makassar saat ini masih pandemi Covid” ungkap.

Baca: Pemkot Makassar Gandeng Telkomsel Siapkan Internet Murah Pembelajaran Online

Sejauh ini berbagai upaya terus di lakukan Pemkot Makassar untuk menekan laju penyebaran virus Covid-19, baik itu pembatasan pergerakan antar wilayah, maupun penerapan protokol kesehatan di tempat-tempat umum, seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan juga selalu rutin mencuci tangan.

“Kita punya tim lapangan yang rutin bergerak ditempat-tempat usaha, baik itu di hotel-hotel maupun di restoran-restoran untuk memberikan edukasi dan sosialisasi Perwali Nomor 36 tahun 2020 tentang protokol kesehatan.

Baca: Pemkot Makassar Lanjutkan Pembatasan Akses, Suket Bebas Covid-19 Ditiadakan

Bahkan saat sosialisasi kita membuat berita acara yang mesti mereka tandatangani, yang isinya tentang sejumlah poin-poin bahwa mereka mereka telah menerima tim dari Pemkot dalam hal ini Dinas Pariwisata, bahwa mereka telah memahami isi dari Perwali 36 berdasarkan sosialisasi yang kita sampaikan. Termasuk juga kesediaan mereka menerima sanksi jika masih melanggar protokol kesehatan” lanjutnya.

Rusmayani juga mengaku telah membentuk tim gabungan yang terdiri atas PHRI, Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan serta stakeholder lainnya yang akan bertugas untuk melakukan pengecekan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan di sejumlah tempat-tempat usaha, baik di hotel maupun restoran.

“Kita ingin mengecek apakah komitmen yang tertuang di berita acara itu sudah dilaksanakan atau masih ada yang kurang. Makanya kita akan memberikan label bintang terhadap hotel dan restoran berdasarkan tingkat kepatuhan mereka menjalankan seluruh aturan perwali 36” tegasnya. (*)

Leave a Reply