Response Rate SPO 2020 Melebihi Target, Nunukan Raih Penghargaan BPS

Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid menerima penghargaan dari Badan Pusat Statistik. (ist-humas)

Response Rate Sensus Penduduk Online Kabupaten Nunukan terealisasi 9.962 kepala keluarga dengan penduduk 41.648. Angka itu lebih dari target 9.692 KK dengan 40.311 penduduk.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID – Deretan penghargaan yang diraih oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan di bawah kepemimpinan Bupati Hj Asmin Laura Hafid dan Wakil Bupati H. Faridil Murad terus bertambah.

Setelah dua bulan lalu berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK – RI) untuk yang ke-lima kalinya, kali ini Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS) memberikan piagam penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Baca: Pemkab Nunukan Raih Penghargaan ke-38 di Bawah Nakhoda Bupati Laura

Piagam penghargaan diberikan BPS karena Kabupaten Nunukan merupakan salah satu kabupaten/kota yang capaian response rate-nya melebihi target dalam pelaksanaan Sensus Penduduk Online (SPO) tahun 2020.

Response rate adalah persentase jumlah penduduk atau Kepala Keluarga (KK) di suatu wilayah yang secara aktif dan mandiri mengikuti SPO 2020.

Baca: Lima Kali WTP, Ketua DPRD Nunukan Apresiasi Pemkab Nunukan

Dari target yang ditetapkan untuk Kabupaten Nunukan sebanyak 9.692 Kepala Keluarga (KK) atau 40.311 penduduk, ternyata hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat yang mengikuti SPO 2020 sebanyak 9.962 KK atau 41.648.

Atas penghargaan tersebut, Bupati Laura menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BPS karena memberikan apresiasi atas sikap pro aktif masyarakat di Kabupaten Nunukan dalam mengikuti SPO 2020.

Baca: Bupati Laura Masuk Tujuh Perempuan Kepala Daerah Inovatif dan Berprestasi

Menurut Laura, SPO 2020 sangat dibutuhkan untuk penyediaan data kependudukan secara menyeluruh. Jika data kependudukan ini baik dan valid, kata Laura, pemerintah akan semakin mudah dalam merancang dan menjalankan sebuah program.

“Selama ini ketersediaan data kependudukan yang valid dan lengkap kerap menjadi persoalan tersendiri ketika pemerintah akan menjalankan suatu program atau kegiatan.
Nah dengan sensus penduduk kali ini, harapannya dapat menghasilkan data kependudukan yang lebih baik,” kata Laura. (hms/adi)

Leave a Reply