Pilkada Serentak, Jumlah Pemilih Pemula Nunukan Meningkat

Ketua KPU Nunukan Rahman.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nunukan telah menghimpun 132 ribu data untuk dimutakhirkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT) di Pilkada 2020.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan telah mendata kurang lebih 132 ribu data sebagai Daftar Pemilih Sementara (DPS). DPS itu masih akan dimutakhirkan sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada serentak 2020.

Ketua KPU Nunukan Rahman mengatakan, DPS tersebut termasuk bertambahnya daftar pemilih pemula yang terhimpun dan dinyatakan bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2020.

BACA: Bawaslu Nunukan Awasi Ketat Titik Rawan Pelanggaran Verfak Dukungan Calon Perseorangan

Rahman mengakui pihaknya masih menghimpun adanya tambahan pemilih pemula dari KPU RI baru-baru ini. “Baru-baru ini Jumlah daftar pemilih pemula yang sedang dimutakhirkan sekarang ini diperkirakan mencapai di atas 10.000 orang,” beber Rahman.

Tetapi, kata Rahman, jumlah data pemilih pemula yang baru diterima KPU yaitu sebanyak kurang lebih 500 orang, dan tercatat telah berusia 17 tahun, juga berstatus telah menikah per 23 September 2020 hingga 9 Desember 2020.

BACA: Pilkada Kaltara 2020, KPU Nunukan Siapkan APD dan Rapid Test Tim Verifikasi Faktual

Data yang terhimpun sebagai pemilih pemula di Kabupaten Nunukan ini, diperkirakan Ketua KPU, akibat ditundanya pelaksanaan Pilkada akibat Covid-19.

Untuk diketahui, sebelumnya Pilkada seharusnya digelar pada 23 September 2020 di Kabupaten Nunukan.

Lebih lanjut, data pemilih pemula berjumlah kurang lebih 500 orang itu merupakan data sementara diterima KPU Nunukan dari KPU pusat. Tetapi sebagai data pasti pemilih pemula di tahun 2020 untuk Kabupaten Nunukan.

“Dari KPU pusat, yang berhasil direkap dan kita terima ada 500 data pasti. Nanti kita akan kordinasi lagi sebelum menjadikan DPT,” kata Rahman.

BACA: Dana Hibah Daerah Untuk Pilkada Nunukan Senilai Rp46,6 Miliar

Rahman memgakui, pihaknya belum menerima laporan dari masing-masing kecamatan sebagai dasar untuk proses pemutakhiran data pemilih. Bahkan, masih ada kecamatan dengan persentase baru mencapai 50-an persen.

“Data yang pasti dari KPU pusat ada 500 data pasti. Ini juga masih berproses karena menunggu kecamatan yang belum merampungkan pemutakhirannya,” tambah Rahman.

BACA: Bupati Laura Minta Bawaslu Nunukan Gunakan Dana Hibah Pilbup Efisien dan Akuntabel

Rahman menerangkan, pemutakhiran data pemilih pilkada serentak ini akan berakhir 13 Agustus 2020. Setelah itu, penyelenggara pemilu tingkat kelurahan/desa akan memplenokan seterusnya pada tingkat kecamatan dan kabupaten/kota.

Pasca pemutakhiran data pemilih, KPU akan memproses menjadi Daftar Pemilih Sementara (DPS) sebelum kemudian diinput sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada pada 9 Desember 2020 untuk Kabupaten. (ar)

Leave a Reply